Putin Pamer 2 Kapal Selam Nuklir Canggih, Rusia Kirim Pesan Keras ke Barat soal Rudal Bulava!

Putin Pamer 2 Kapal Selam Nuklir Canggih
Sumber :
  • www.youtube.com @tvOneNews

Rusia, VIVA Banyuwangi – Pengumuman hasil tes kekuatan militer Rusia dengan memamerkan dua kapal selam bertenaga nuklir telah mengejutkan banyak pihak. Presiden Vladimir Putin tidak main-main dalam menunjukkan superioritas militer negaranya, terutama di tengah ketegangan yang memanas di Eropa Timur.

img_title Xi Jinping Temui Putin Usai Trump, China dan Rusia Kompak Serang Kebijakan AS

Aksi ini dinilai sebagai pesan langsung kepada negara-negara Barat yang terus memberikan bantuan militer kepada Ukraina.

Seperti dikutip dari kanal YouTube @tvOneNews, salah satu kapal selam nuklir yang dipamerkan adalah Kinyaz Poharskiy, yang dilengkapi dengan rudal balistik jenis Bulava. Rudal ini diklaim memiliki jangkauan hingga 8.000 kilometer dan disebut-sebut mampu bersembunyi di bawah es Arktik tanpa terdeteksi.

img_title Setelah Donald Trump, Kini Xi Jinping Sambut Vladimir Putin di Beijing

Pameran ini seolah menegaskan bahwa Rusia siap menghadapi skenario terburuk, dengan memanfaatkan teknologi militer terdepan. Senin, 25 Agustus 2025.

Selain itu, Putin juga memperkenalkan rudal canggih baru bernama "Oresnik". Menurut Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, Putin pernah melarang penggunaan rudal tersebut untuk menyerang kediaman resmi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Hal ini menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa Putin memiliki batasan tertentu dalam eskalasi konflik.

img_title Putin Yakini Konflik Ukraina Akan Segera Berakhir, Siap Bertemu Presiden Zelenskyy

"Dalam kondisi apa pun, serangan seperti itu tidak diizinkan," ujar Alexander.

Rusia juga dilaporkan membalas serangan Ukraina di wilayah perbatasan dengan menggunakan rudal "Oresnik" yang berkemampuan nuklir. Aksi tersebut disebut sebagai uji coba keandalan rudal tersebut. Serangan ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang dipimpin oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mengakhiri perang.

Pakar pertahanan internasional, Ivan Petrov, mengatakan bahwa pameran kapal selam nuklir ini adalah sinyal jelas dari Moskow.

"Ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan pesan strategis bahwa Rusia memiliki kemampuan untuk menyerang target manapun," ujar Ivan.

Ia menambahkan, negara-negara NATO harus lebih berhati-hati dalam setiap langkah mereka. Senin, 25 Agustus 2025.

Sergei Tolchenov, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, juga mengonfirmasi bahwa warga negara asing, termasuk seorang warga negara Indonesia bernama Satria Kumbara, dapat bergabung dengan militer Rusia.

Mereka diizinkan untuk menandatangani kontrak sebagai tentara, sesuai dengan dekrit dari Presiden Putin.

"Warga negara asing di Rusia dapat menandatangani kontrak untuk menjadi tentara," kata Sergei.

Halaman Selanjutnya
img_title