Presiden Ukraina Ejek Putin Lari dari Dialog Damai, Ungkap 3 Pesan Moskow soal Invasi!

Zelensky Ejek Putin Lari dari Dialog Damai, Ungkap 3 Pesan
Sumber :
  • www.youtube.com @tvOneNews

Rusia, VIVA Banyuwangi – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara terang-terangan menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin sengaja menghindari perundingan damai. Tuduhan ini muncul di tengah upaya diplomasi yang semakin gencar untuk mengakhiri invasi Rusia ke Ukraina.

img_title WNA Asal Rusia Diduga Aniaya Pemilik Sound System di Banyuwangi, Polisi Kumpulkan Keterangan Saksi

Zelensky merasa bahwa setiap langkah yang diambil Moskow justru menjauhkan perdamaian dan menegaskan sikap penolakan mereka. Senin, 25 Agustus 2025.

Seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews, serangan udara skala besar terhadap Ukraina Barat yang dilancarkan oleh Rusia baru-baru ini menjadi bukti nyata bahwa Moskow tidak memiliki hasrat untuk berdialog. Dalam serangan tersebut, Rusia menggunakan 574 drone dan 40 rudal balistik dan jelajah untuk menargetkan pabrik industri militer Ukraina, termasuk pabrik drone dan gudang senjata.

img_title Klaim Trump Soal Nuklir AS Terbantah Data Independen, Rusia Unggul dengan Ribuan Hulu Ledak

"Setiap pesan dari Moskow, itu adalah penolakan dan bukan hasrat untuk berdamai," ujar Volodymyr.

Serangan rudal Rusia juga dilaporkan menghantam sebuah pabrik elektronik yang didanai Amerika di dekat perbatasan Hungaria. Peristiwa ini mengakibatkan enam orang terluka dan kerusakan parah pada gedung produksi utama. Serangan tersebut juga dianggap sebagai upaya untuk mengganggu jalur pasokan bantuan militer dari negara-negara Barat.

img_title Israel Sahkan Proyek Jebakan Tepi Barat, Menteri Israel, ini Kubur Ide Negara Palestina!

Upaya damai yang didorong oleh Presiden AS Donald Trump menemui jalan buntu. Zelensky yakin bahwa Moskow sengaja menyabotase setiap pembicaraan damai yang coba dilakukan. Ia meminta komunitas internasional untuk lebih tegas dalam menekan Rusia agar bersedia duduk di meja perundingan.

Pakar hubungan internasional, David Hughes, mengatakan bahwa tuduhan Zelensky memiliki dasar yang kuat.

"Rusia terus mengintensifkan serangan mereka saat pembicaraan damai diusulkan. Ini adalah taktik untuk menunjukkan bahwa mereka hanya akan berdialog dengan persyaratan mereka sendiri," kata David.

Sergei Tolchenov, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, menjelaskan bahwa warga negara asing bisa bergabung dengan militer Rusia dengan menandatangani kontrak. Ia menambahkan kebijakan tersebut telah sesuai dengan dekrit Presiden Putin, yang memperbolehkan tentara asing bertugas tidak hanya pada saat darurat, tapi juga saat mobilisasi.

"Warga negara asing di Rusia dapat menandatangani kontrak untuk menjadi tentara," tambah Sergei.

Ketegangan yang terus memanas dan saling tuduh antara kedua pihak menunjukkan bahwa jalan menuju perdamaian masih sangat panjang. Dunia kini menanti, apakah akan ada terobosan diplomatik atau perang akan terus berlarut-larut. Senin, 25 Agustus 2025.