Keponakan Ipar Jadi Pelaku Utama! Pria Tewas Ditikam di Maros
- www.youtube.com @tvOneNews
Maros, VIVA Banyuwangi – Penemuan sesosok mayat pria di area hutan bambu Dusun Biringjene, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mengejutkan warga setempat.
Korban, yang diketahui bernama Masdar, 41 tahun, ditemukan dengan luka tusuk dan tebasan yang mengenaskan. Tak butuh waktu lama, misteri kematiannya terungkap setelah polisi berhasil menangkap keponakan iparnya sendiri.
Seperti dikutip dari kanal YouTube @OneNews Update, kejadian tragis ini bermula dari keributan yang terdengar oleh warga pada Jumat, 22 Agustus 2025 malam. Polisi yang mendapat laporan segera mendatangi lokasi.
Korban ditemukan sudah tak bernyawa, terjepit di antara pohon-pohon bambu. Luka tusuk di punggung dan luka tebasan di kepala menjadi bukti kebrutalan para pelaku. Senin, 25 Agustus 2025.
Kasat Reskrim Polres Maros, Iptu Ridwan, membenarkan penangkapan pelaku berinisial AN, yang merupakan keponakan ipar korban.
Penangkapan dilakukan tim gabungan dari Polres Maros dan Polda Sulsel yang bergerak cepat setelah kejadian. Pelaku sempat berusaha menyangkal perbuatannya, namun akhirnya mengakui telah menikam korban.
"Dari laporan masyarakat, anggota Polsek Moncongloe langsung ke TKP dan mendapati korban sudah tewas," ungkap Ridwan.
Lebih lanjut, Ridwan menjelaskan bahwa korban Masdar memiliki riwayat masalah rumah tangga dengan istrinya.
Kondisi ini kemudian memicu dendam dari pihak keluarga sang istri, yang akhirnya berujung pada aksi pembunuhan. Pelaku disebut-sebut merasa sakit hati atas perlakuan korban terhadap istrinya.
Dalam penangkapan, tim kepolisian sempat memberikan tembakan peringatan karena pelaku tidak kooperatif saat digerebek di rumahnya.
Menurut polisi, pelaku melakukan pembunuhan bersama dengan ayahnya, Sembang, yang juga menyerahkan diri setelah negosiasi.
"Keduanya menggunakan parang dan badik," tambah Ridwan.
Terungkapnya pelaku dari kalangan keluarga terdekat ini membuat warga terkejut. Mereka tak menyangka, konflik internal keluarga bisa berakhir dengan pertumpahan darah yang begitu sadis.
Saat ini, polisi masih terus mendalami kasus ini untuk memastikan tidak ada pelaku lain yang terlibat.