Rusia Jegal Habis NATO, Putin Lirik Indonesia Jadi Penjamin Damai Ukraina!
- www.youtube.com @tvOneNews
Rusia, VIVA Banyuwangi – Konflik Rusia dan Ukraina kembali memanas setelah Rusia dengan tegas menolak keterlibatan NATO sebagai penjamin perdamaian. Penolakan ini disampaikan langsung oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov.
Hal ini sekaligus memberikan sinyal bahwa Rusia lebih memilih negara-negara netral seperti Indonesia untuk menjadi mediator dalam konflik berkepanjangan tersebut.
Langkah Rusia ini mengejutkan banyak pihak, karena secara terang-terangan menolak peran aliansi militer terbesar di dunia.
Seperti dikutip dari kanal YouTube @OneNews Mancanegara, penolakan ini didasari oleh kecurigaan Rusia bahwa NATO secara diam-diam terus memberikan dukungan kepada Ukraina.
Rusia melihat bahwa keterlibatan NATO akan memperkeruh suasana dan bukan mencari solusi yang adil bagi kedua belah pihak.
Oleh karena itu, Rusia membuka pintu bagi negara-negara yang memiliki posisi penting dalam diplomasi global dan bersikap konstruktif. Senin, 25 Agustus 2025.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menyebutkan bahwa Rusia sangat menghargai peran Indonesia.
"Kami menghargai kontribusi negara-negara yang aktif mencari solusi damai bagi krisis di Ukraina, termasuk misalnya dari pihak Indonesia," ujar Sergei.
Lebih lanjut, Sergei menyinggung partisipasi Indonesia dalam kelompok 'Friends for Peace' yang digagas oleh Tiongkok dan Brasil. Ia melihat kelompok ini memiliki potensi besar untuk menjadi penjamin perjanjian damai antara Rusia dan Ukraina.
"Saya harap ada pihak dalam kelompok tersebut yang bisa menjadi penjamin kesepakatan perdamaian di Ukraina," kata Sergei.
Di sisi lain, serangan-serangan terus terjadi di lapangan. Aliran minyak mentah Rusia ke Hungaria dan Slovakia melalui pipa Druzhba dihentikan. Pemerintah Hungaria menuding Ukraina sebagai dalang di balik serangan tersebut.
Namun, Menteri Luar Negeri Ukraina, Andri Shiba, tidak membenarkan serangan itu, malah meminta Hungaria untuk menyampaikan keluhannya langsung ke Moskow.
Keterlibatan Indonesia dalam upaya perdamaian ini menjadi sorotan utama, karena Indonesia dianggap mampu menjaga hubungan baik dengan Rusia maupun Ukraina.