Rusia Bongkar Dokumen Rahasia Perang Dunia II, 'Bom Kuman' Jepang Terungkap!
- www.youtube.com @tvOneNews
Rusia, VIVA Banyuwangi – Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) membuat geger dunia setelah merilis tiga dokumen rahasia yang telah dideklasifikasi.
Dokumen-dokumen ini membongkar kejahatan perang yang dilakukan oleh Angkatan Darat Kekaisaran Jepang, khususnya oleh Unit 731 yang terkenal kejam, selama Perang Dunia II. Isi dokumen tersebut secara terang-terangan menunjukkan praktik eksperimen biologis pada manusia di Tiongkok.
Seperti dilansir dari kanal YouTube @OneNews Mancanegara, dokumen setebal 24 halaman itu berisi catatan interogasi dan pengakuan yang ditulis tangan oleh mantan ahli bakteri Unit 731, Katotsunenori.
Catatan ini secara detail menjelaskan bagaimana Jepang mempersiapkan perang kuman dan melakukan eksperimen mengerikan pada manusia.
Pengungkapan ini memberikan bukti baru atas kekejaman yang selama ini sudah menjadi rahasia umum. Senin, 25 Agustus 2025.
Rilis dokumen ini juga muncul di tengah ketegangan global lainnya, seperti langkah-langkah politik kontroversial yang diambil oleh pemerintahan Presiden Donald Trump di Amerika Serikat.
Trump dilaporkan memecat kepala Badan Intelijen Pertahanan AS (DIA) dan dua perwira senior lainnya setelah penilaian mereka bertentangan dengan klaimnya mengenai serangan terhadap Iran.
"Pemerintahan Donald Trump memecat kepala Badan Intelijen Pertahanan Amerika Serikat (DIA) dan dua perwira senior lainnya," ungkap isi laporan tersebut.
Tindakan Trump ini menunjukkan adanya 'pembersihan' perwira militer berpangkat tinggi sejak awal masa jabatan keduanya.
Di sisi lain, rilis dokumen oleh Rusia kembali memantik sorotan publik terhadap kekejaman perang masa lalu.
Profesor Anatoli Koskin dari Institut Studi Oriental di Moskow menjelaskan bahwa Unit 731 sengaja menjatuhkan bom keramik yang berisi patogen di daerah-daerah padat penduduk di Tiongkok.
"Bom keramik yang berisi bahan patogen itu sengaja dijatuhkan di daerah padat penduduk di Tiongkok," ujar Anatoli.
Ia menambahkan, bom tersebut secara sengaja menargetkan warga sipil, bukan unit militer, menunjukkan niat jahat yang murni.
Pengungkapan dokumen rahasia ini bukan hanya memperkuat narasi sejarah Rusia, tetapi juga menjadi pengingat bagi dunia tentang kengerian kejahatan perang yang tidak boleh terulang.