Langkah Darurat! 78 Ribu Lebih Anak di Sumenep Segera Jalani Vaksinasi Massal Pascaditetapkan KLB Campak

78 Ribu Lebih Anak di Sumenep Segera Jalani Vaksinasi
Sumber :
  • www.youtube.com @tvOneNews

Sumenep, VIVA Banyuwangi – Merespons penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak, Pemerintah Kabupaten Sumenep segera mengambil langkah darurat untuk mencegah penyebaran lebih luas. Sebanyak 78.569 anak di seluruh wilayah darat dan kepulauan menjadi sasaran program vaksinasi massal atau Outbreak Response Immunization (ORI) yang akan berlangsung selama tiga pekan ke depan.

img_title Kemenkes Gandeng Organisasi Keagamaan Tangkal Misinformasi dan Tingkatkan Cakupan Imunisasi

Seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews. Program ini menargetkan anak-anak berusia 9 bulan hingga 7 tahun. Menurut Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, program imunisasi massal ini merupakan upaya paling efektif untuk mengendalikan wabah.

“Di tahap awal pelaksanaan imunisasi ini, sasaran kami pada anak usia 9 bulan hingga 5 tahun. Setelah itu, baru pada anak sekolah hingga umur 7 tahun,” tutur Ellya.

img_title Waspadai Penularan Campak Saat Silaturahmi Lebaran, Cegah Penyakit dengan Vaksin

Ia menjelaskan bahwa rendahnya cakupan imunisasi menjadi salah satu penyebab utama KLB ini. Senin, 25 Agustus 2025.

Selain itu, maraknya hoaks terkait vaksin juga turut memperburuk situasi. Untuk itu, Dinkes-P2KB Sumenep bekerja sama dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk memberikan edukasi tentang pentingnya imunisasi.

img_title Asosiasi Vape Protes Tak Dilibatkan dalam Aturan Plain Packaging

Ellya juga mengimbau masyarakat untuk segera membawa anak-anak yang sakit ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala campak. Ia juga menekankan pentingnya isolasi mandiri untuk kasus ringan selama tujuh hari guna mencegah penularan.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun tidak tinggal diam. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, telah mengirimkan 9.825 vaksin campak dan rubella ke Sumenep. Ia berharap program ORI ini dapat berjalan sukses dengan target cakupan minimal 95 persen untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity.

“Saya juga meminta kepada masyarakat untuk aktif mendorong awareness terkait gejala, komplikasi, dan pencegahan campak dengan imunisasi,” pesan Khofifah. Senin, 25 Agustus 2025.