Pemprov DKI Jakarta Manfaatkan Kolong Tol Jadi Ruang Publik, Taman Si Pitung Resmi Dibuka di Koja
- www.antaranews.com
Jakarta, VIVA Banyuwangi – Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta, Muhammad Fajar Sauri, mendorong pemanfaatan lahan kosong di bawah kolong tol sebagai ruang publik yang bisa digunakan masyarakat untuk beraktivitas.
Hal ini disampaikannya usai meresmikan Taman Si Pitung di Jalan Jampea, Koja, Jakarta Utara.
“Ini menjadi salah satu instruksi Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung untuk memanfaatkan jalan tol yang ada di wilayah Jakarta,” kata Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Muhammad Fajar Sauri, usai meresmikan Taman Si Pitung di Jalan Jampea, Koja, Jakarta Utara, sebagaimana dikutip dari laman resmi antaranews.com.
Menurut Fajar, Taman Si Pitung menjadi taman kedua di DKI Jakarta yang dibangun di bawah kolong tol, setelah sebelumnya ada taman serupa di kawasan Slipi.
Ia pun mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara yang berhasil menata lahan ini menjadi ruang terbuka ramah warga.
Fajar juga meminta fasilitas penunjang segera ditambah, mulai dari penerangan, area parkir, hingga sarana lain yang membuat warga merasa aman dan nyaman.
Ia menyatakan jika hari ini baru saja peluncuran dan tentunya masih ada fasilitas taman yang harus ditambah serta dilengkapi sehingga memberikan kenyamanam masyarakat.
“Saya minta agar minggu depan sudah dilengkapi dan bisa segera diresmikan bersama-sama," ungkapnya. Senin 25 Agustus 2025.
Kepala Suku Dinas Tamhut Jakarta Utara, Christian Tamora Hutagalung, menjelaskan bahwa penataan lahan seluas 1.700 meter persegi ini memakan waktu sekitar empat bulan. Sebelum ditata, area tersebut gelap, kurang pencahayaan, dan banyak sampah menumpuk.
"Lokasi ini dulunya gelap dan kurang pencahayaan, banyak Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial hingga tumpukan sampah. Kami tata lahan seluas 1.700 meter persegi di sini kurang lebih empat bulan," ucap Christian Tamora.
Konsep yang dipilih adalah taman kering (dry garden) karena lokasinya berada di bawah kolong tol. Jika ditanami banyak vegetasi hijau, pertumbuhannya akan terhambat karena minim cahaya matahari.
"Kita sudah melihat setiap sore hari banyak masyarakat maupun komunitas yang manfaatkan taman. Kami sangat senang karena taman ini aktif dan bermanfaat untuk warga," imbuhnya.