Erick Thohir Lapor AFC, Curiga Ada Upaya Sabotase Usai Kuwait Mundur Lawan Timnas Indonesia
- www.tvonenews.com
Jakarta, VIVA Banyuwangi –Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memastikan akan membawa persoalan mundurnya Kuwait ke Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Erick menilai langkah Kuwait yang membatalkan pertandingan uji coba melawan Timnas Indonesia menimbulkan kerugian besar, terutama dalam hal persiapan menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Skuad Garuda sejatinya sudah dijadwalkan melawan Kuwait dan Lebanon pada FIFA Matchday September 2025 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Sebagai persiapan, pelatih Patrick Kluivert telah memanggil 27 pemain untuk menjalani dua laga penting tersebut.
Namun, Kuwait secara mendadak mengundurkan diri, sebagaimana disampaikan Erick Thohir pada Senin, 25 Agustus 2025. Erick mengaku menyesalkan keputusan itu, karena rencana persiapan sudah dirancang jauh-jauh hari.
“Kami tentu sangat menyesal karena kita sudah jauh-jauh hari semua sudah terkunci. Kita punya planning melawan tim Timur Tengah, Kuwait, dan Lebanon,” ujar Erick Thohir. Seperti dikutip dari tvonenews.com
Ia menambahkan, tidak menutup kemungkinan ada upaya sabotase atas mundurnya Kuwait.
“Awalnya kami juga boleh bertafsir buruk ya. Ini ada sabotase apa lagi, mau uji coba aja susah sekali gitu. Tapi kembali kalau kita lihat rupanya Kuwait juga mundur dari turnamen yang lain,” ungkap eks presiden Inter Milan itu.
Lebih lanjut, Erick menegaskan pihaknya telah melayangkan surat protes keras kepada Kuwait dan akan melaporkan kasus ini ke AFC.
“Nah, itu yang mungkin ada isu internal saya tidak mau menuduh. Tetapi kita sudah melayangkan surat keras kepada Kuwait. Dan kita tidak tahu baru beberapa hari persiapan sudah siap, nah kita juga akan melaporkan ke AFC,” tegasnya.
Meski belum mengetahui pasti persoalan internal di tubuh Federasi Sepak Bola Kuwait, Erick menegaskan bahwa PSSI mengalami kerugian, baik secara teknis maupun material.
“Iya, isunya mereka membatalkan datang. Terutama di kita dan ada beberapa turnamen. Kalau isi internalnya saya tidak tahu, saya bukan tinggal di Kuwait. Jadi takut salah ngomong,” kata Erick.
Saat ini, PSSI sedang mencari alternatif negara lain untuk menjadi lawan Timnas Indonesia pada FIFA Matchday, meski kepastian lawan pengganti belum ditentukan.