Tradisi Ancak Agung Kembali Diadakan Setelah Lama Hilang, Masyarakat Situbondo Sambut Antusias
- Zulfah Ulyah Kartika/VIVA Banyuwangi
Situbondo, VIVA Banyuwangi – Tradisi adat Ancak Agung yang biasanya diadakan menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kembali digelar di Situbondo pada Senin, 25 Agustus 2025.
Tradisi ini identik dengan ancak atau sesaji yang berupa berbagai bahan makanan yang disusun semenarik mungkin. Ancak tersebut kemudian dibawa berkeliling dan diperebutkan masyarakat sebagai simbol mengambil keberkahan.
Berbagai macam ancak persembahan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Desa dan Kelurahan, BUMD dan instansi lainnya melakukan kirab dari kantor Pemkab menuju Alun-alun Situbondo sejak pukul 15.00 WIB.
Dalam sambutannya, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan rasa syukur karena gelaran tradisi budaya ini bertepatan dengan tiga momentum penting di bulan Agustus, yakni Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke-207 pada 15 Agustus, HUT RI ke-80 pada 17 Agustus, sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Parade ancak agung tahun ini sangat spesial karena bersamaan dengan acara penting lainnya. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat untuk mensukseskan jalannya acara ini,” ujarnya.
Bupati yang akrab disapa Mas Rio itu menambahkan, menghadirkan kembali tradisi turun-temurun yang sempat hilang merupakan suatu kebanggan. Ia berjanji akan melestarikan tradisi ancak agung karena memiliki nilai spiritual dan kebersamaan yang membawa berkah bagi masyarakat.
“Tahun depan, ancak agung akan digelar dengan lebih meriah. Kami berencana mengundang Gubernur Jatim dan pejabat provinsi,” pungkasnya.
Melalui tradisi ini, Mas Rio berharap Kabupaten Situbondo akan lebih dikenal oleh masyarakat luas dan mengundang para wisatawan untuk datang.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Sekda Situbondo Wawan Setiawan, menjelaskan bahwa kegiatan ancak agung 2025 terdiri dari 207 ancak yang diikuti oleh 48 OPD, 136 desa/kelurahan dan sisanya BUMD serta instansi yang berjumlah 23.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan drum band, teatrikal, pembagian hadiah, dan sholawat serta pengajian bersama KHR. Kholil Asad.