Korsel Ungkap Korut Mampu Produksi 20 Bom Nuklir Setiap Tahun, Ancaman Nyata!
- www.youtube.com @tvOneNews
Korea Selatan, VIVA Banyuwangi – Ancaman nuklir dari Korea Utara kembali menjadi sorotan dunia setelah Presiden Korea Selatan, Lee Jemyung, memberikan pernyataan yang sangat mengkhawatirkan. Menurutnya, Pyongyang kini memiliki kemampuan untuk memproduksi senjata nuklir secara massal setiap tahun.
Lee Jemyung menyatakan bahwa ancaman tersebut nyata dan terus meningkat. Presiden Korea Selatan juga menambahkan, perkembangan program nuklir ini terjadi dalam 3 hingga 4 tahun terakhir dan terus meningkat pesat.
"Korea Utara mampu memproduksi 10 hingga 20 senjata nuklir setiap tahun," sergah Presiden Korea Selatan, Lee Jemyung. Seperti dikutip dari kanal YouTube @tvOneNews.
Lee juga menyebut bahwa Korea Utara telah berhasil mengembangkan rudal balistik antarbenua (ICBM) yang memiliki jangkauan hingga ke hampir seluruh wilayah Amerika Serikat. Kondisi ini membuat situasi di Semenanjung Korea semakin tidak stabil.
Menanggapi hal ini, Lee Jemyung menegaskan bahwa Seoul akan mengandalkan kekuatan militer konvensional untuk mencegah ancaman Pyongyang. Presiden Korea Selatan juga berencana untuk mengurangi tindakan provokatif di perbatasan atau di kawasan perbatsan agar tidak terjadi perang terbuka antar dua negara.
"Kami akan mengurangi tindakan provokatif, seperti menghentikan siaran propaganda di perbatasan," ungkap Lee. Kamis, 28 Agustus 2025.
Lee Jemyung ingin menahan diri untuk tidak memancing konfrontasi. Presiden Korea Selatan menegaskan bahwa negaranya akan menahan diri dari provokasi, sambil menekankan pentingnya kekuatan militer konvensional untuk menghadapi ancaman Korea Utara.
Situasi ini menunjukkan betapa rapuhnya stabilitas di kawasan Semenanjung Korea. Dengan kemampuan nuklir Korea Utara yang terus berkembang, langkah diplomasi dan kehati-hatian Korea Selatan menjadi kunci untuk mencegah konflik terbuka.
Dunia pun menanti bagaimana upaya kedua negara, bersama dukungan komunitas internasional, dapat meredakan ketegangan demi terciptanya keamanan regional dan global.