KBRI Dili Ajukan Nota Diplomatik Usai Ketegangan Patok Batas di TTU
- https://www.antaranews.com
Jakarta, VIVA Banyuwangi – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dili, Timor Leste, meminta otoritas setempat menyelidiki insiden ketegangan yang terjadi saat pembangunan patok batas di Desa Inbate, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Terhadap peristiwa ini, KBRI Dili telah menyampaikan kepada otoritas berwenang di Timor Leste untuk melakukan penyelidikan,” ujar Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha, di Jakarta. Kamis, 28 Agustus 2025 dini hari.
Melansir dari laman antaranews.com, Judha menjelaskan insiden berawal pada Senin, 25 Agustus 2025 pukul 09.00 WITA, ketika 24 warga Dusun Nino, Desa Inbate, tengah bergotong royong membuka lahan untuk menanam jagung di sekitar patok Provinsi 36.
Pada saat yang sama, tim survei perbatasan dari Timor Leste terdiri dari dua pejabat pertanahan dan lima polisi perbatasan bersenjata lengkap (UPF) melakukan kunjungan.
Seharusnya survei itu menjadi bagian dari Joint Field Survey antara Indonesia dan Timor Leste. Namun, tim Timor Leste bergerak lebih awal tanpa didampingi tim Indonesia.
Hal tersebut menimbulkan kesalahpahaman dengan warga setempat yang menolak pembangunan patok, hingga memicu ketegangan.
“Berdasarkan peninjauan KBRI, insiden terjadi karena miskomunikasi antara tim pembangunan patok Timor Leste dengan masyarakat Indonesia di wilayah Inbate,” kata Judha.
Sebagai tindak lanjut, KBRI Dili telah mengirim nota diplomatik kepada pemerintah Timor Leste dan meminta penundaan survei di 12 lokasi rawan untuk mencegah eskalasi. Dubes RI untuk Dili juga menyampaikan langsung keprihatinan kepada Wakil Perdana Menteri Timor Leste, Mariano Assanami Sabino.
Keduanya sepakat menunda survei bersama dan mengimbau warga kedua negara menahan diri. KBRI juga mengingatkan masyarakat tetap tenang dan untuk sementara tidak beraktivitas di sekitar patok Provinsi 36.
Selain itu, KBRI berkoordinasi erat dengan Satgas Pengamanan Perbatasan, Polda NTT, serta otoritas Timor Leste guna memastikan situasi tetap kondusif.