Sahroni Ngumpet Saat Demo di DPR, Terungkap Ada Alasan Mengejutkan Kenapa Dia Lakukan Itu!

Sahroni Ngumpet Saat Demo di DPR
Sumber :
  • www.youtube.com @tvOneNews

Jakarta, VIVA Banyuwangi – Tindakan unik Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, yang "ngumpet" saat demo di depan Gedung Parlemen pada Senin lalu, membuat publik heboh. Video aksinya yang viral di media sosial memicu beragam komentar, mulai dari kritik hingga pujian. Namun, di balik tindakan yang terkesan aneh itu, terungkap ada alasan mengejutkan yang mendasarinya.

img_title Terbukti Langgar Etik, MKD Perpanjang Sanksi Nonaktif Sahroni, Eko Patrio, dan Nafa Urbach!

Aksi Sahroni yang bersembunyi di balik sebuah mobil hitam ini terekam kamera dan menyebar luas. Banyak yang bertanya-tanya mengapa seorang pejabat negara harus bersembunyi dari rakyatnya sendiri.

Sahroni menjelaskan alasannya. Ia mengaku sengaja melakukan itu untuk menyerap aspirasi pendemo secara diam-diam.

img_title Deklarasi Margonda Bergema, Ribuan Warga Depok Tumpah Ruah dalam Aksi Solidaritas Bela Palestina

"Saya bersembunyi untuk mendengarkan aspirasi mereka dengan lebih tenang. Ini adalah cara saya mendengarkan kritik secara langsung," ujar Ahmad Sahroni. Seperti dikutip dari kanal YouTube @tvOneNews.

Sahroni menambahkan bahwa dia sangat mengapresiasi cara penyampaian aspirasi yang damai. Ia mengecam aksi anarkis yang merusak fasilitas umum.

img_title Terungkap Motif Pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN, Dalang Incar 'Rekening Dormant'

"DPR akan selalu terbuka untuk masukan dari masyarakat jika disampaikan dengan damai," ungkap Sahroni. Kamis, 28 Agustus 2025

Ketegangan di depan Gedung DPR itu memuncak pada Senin, 25 Agustus 2025. Demonstrasi yang awalnya berlangsung damai, akhirnya berujung bentrok antara mahasiswa dan aparat. Beberapa fasilitas rusak dan suasana tegang tidak terhindarkan, membuat beberapa anggota DPR harus mengambil langkah-langkah keamanan ekstra.

Aksi Sahroni ini menjadi salah satu momen paling disorot dari demo tersebut, menunjukkan sisi lain dari seorang pejabat yang mencoba mendekati rakyatnya dengan cara yang tidak biasa.