12 Tuntutan Mahasiswa di Medan Picu Bentrokan di Gedung DPRD Sumut!

Pecah! 12 Tuntutan Mahasiswa di Medan
Sumber :
  • www.youtube.com @tvOneNews

Medan, VIVA Banyuwangi – Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Gedung DPRD Sumatera Utara pada Selasa, 26 Agustus 2025.

img_title Viral! Video Dugem Tersebar, Anggota DPRD Sumut dari Gerindra Digeser Jabatan

Aksi yang awalnya berjalan damai tersebut mendadak tegang dan berakhir ricuh setelah mahasiswa mencoba merangsek masuk ke dalam gedung. Bentrokan ini dipicu oleh setidaknya 12 tuntutan yang dibawa oleh para mahasiswa, salah satunya menolak tunjangan dan gaji anggota dewan yang dianggap tidak pro-rakyat.

Aksi dimulai sekira pukul 14.00 WIB. Para mahasiswa datang dengan spanduk dan orasi yang berapi-api. Mereka menyoroti berbagai isu, mulai dari kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan masyarakat hingga transparansi anggaran yang tidak jelas.

img_title Mengejutkan! Macan Tutul Masuk Kantor Desa, Ini Penyebab Utama dan Tantangan Evakuasi Paling Sulit

Namun, tensi meningkat saat perwakilan mahasiswa tidak diizinkan masuk untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada anggota dewan.

Seorang orator mahasiswa, yang memimpin jalannya aksi, menyampaikan kekecewaannya.

img_title Macan Tutul Masuk Kantor Desa, Petugas Ungkap Kondisi Lemah dan Penyebab Awal Kehebohan

“Kami datang baik-baik untuk menyampaikan suara rakyat, tapi pintu gedung ditutup rapat. Ini menunjukkan bahwa anggota dewan tidak peduli dengan kami,” ujarnya. Seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews.

Ia menambahkan, pihaknya meminta anggota dewan mendengarkan aspirasi publik alih-alih hanya mementingkan tunjangan dan fasilitas pribadi.

“Tunjangan mereka besar, tapi tidak ada dampak nyata bagi kami, rakyat,” ungkapnya. Kamis, 28 Agustus 2025.

Ia juga menambahkan bahwa para anggota dewan terlihat lebih mementingkan kelompok tertentu daripada memperjuangkan hak-hak masyarakat.

Situasi memburuk ketika beberapa mahasiswa mulai melempar batu ke arah petugas keamanan. Polisi akhirnya bertindak tegas dengan menembakkan meriam air untuk membubarkan kerumunan.

Meskipun bentrokan terjadi, perwakilan dari aparat menyatakan tidak ada laporan korban luka dari kedua belah pihak. Setelah dibubarkan, sebagian massa memilih pulang, namun beberapa di antaranya tetap bertahan untuk melanjutkan orasi.

Aksi ini menjadi pengingat keras bagi para wakil rakyat di Sumatera Utara bahwa publik terus mengawasi kinerja mereka. Mahasiswa menegaskan bahwa mereka akan terus menyuarakan tuntutan mereka sampai ada respons nyata dari pemerintah daerah.