Heboh! Dukung Program Makan Gratis Pemerintah, Lahan Tidur di Bekasi Jadi Ladang Uang

Kebun Ajaib di Bekasi Dikelola Emak-Emak
Sumber :
  • www.youtube.com @tvOneNews

Bekasi, VIVA Banyuwangi – Sebuah pemandangan luar biasa berhasil diwujudkan oleh sekelompok ibu rumah tangga di Bekasi. Mereka berhasil mengubah lahan tidur yang selama ini terbengkalai menjadi kebun produktif yang penuh dengan aneka tanaman sayuran dan rempah.

img_title Pemkab Banyuwangi Enggan Teken Surat Tuntutan, Aliansi Banyuwangi Menggugat Nyatakan Mosi Tidak Percaya

 Proyek ini tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi komunitas lain. Panen perdana dari kebun ini, yang menghasilkan bawang putih melimpah, membuat warga sekitar terkejut dan kagum.

Kebun ini adalah bukti nyata dari kerja keras dan kolaborasi para ibu-ibu. Mereka memulai proyek ini dengan tekad kuat untuk memanfaatkan lahan kosong dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan.

img_title Dua Perempuan Bertengkar dan Saling Jambak di Pantai Kampe Banyuwangi, Viral di Sosial Media

Awalnya, tantangan terbesar adalah mengolah tanah yang keras dan kering menjadi subur. Namun, dengan semangat gotong royong, mereka berhasil menyulap lahan tandus tersebut menjadi tanah yang subur.

Seorang salah satu perwakilan kelompok tani, menceritakan awal mula proyek tersebut.

img_title DPC GMNI Banyuwangi Soroti Dugaan Jual Beli Titik Lokasi MBG, Desak Pemerintah Lakukan Investigasi Menyeluruh

“Kami melihat lahan ini kosong, jadi kami pikir kenapa tidak kita tanam saja. Kami tidak menyangka hasilnya akan sebagus ini,” ungkapnya. Seperti dikutip dari kanal YouTube @tvOneNews.

Ia juga menambah bawang putih menjadi komoditas unggulan mereka.

“Kami menanam bawang putih karena pasarnya bagus dan perawatannya tidak terlalu sulit.” ujarnya. Kamis, 28 Agustus 2025.

Hasil panen yang melimpah ini tidak hanya untuk dijual, tetapi juga untuk dikonsumsi sendiri. Sebagian hasil panen juga disalurkan untuk program makan gratis di Kota Bekasi, yang sejalan dengan program ketahanan pangan nasional yang digagas oleh pemerintah. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kekuatan kolektif masyarakat, terutama para ibu, dapat membawa perubahan positif yang besar.

Keberhasilan mereka tidak lepas dari peran aktif komunitas. Semakin banyak warga yang terlibat, dan mereka secara teratur mengadakan pertemuan untuk merawat dan memanen hasil kebun. Proyek ini juga diharapkan dapat terus berkembang dengan menanam lebih banyak jenis tanaman dan melibatkan lebih banyak warga, sehingga dapat meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi keluarga.