Rencana Alih Fungsi Gedung Kesenian Kembali Tuai Penolakan, Komunitas Seni Gelar Aksi di Halaman Museum
- Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi
Probolinggo, VIVA Banyuwangi – Rencana pengalihfungsian gedung kesenian menjadi gedung tenis indoor Kembali memunculkan penolakan dari komunitas penggiat seni. Pada rabu (27/8,) Komunitas seni melakukan audiensi dengan DPRD Kota Probolinggo pada pagi hari. Pada pertemuan tersebut, perwakilan dari DPRD menyatakan sejalan dengan apa yang diyakini oleh komunitas seni, yaitu mempertahankan gedung seni.
Namun, komunitas seni tidak langsung berpuas diri. Mereka terus melakukan Upaya untuk mempertahankan gedung seni agar tidak dialihfungsikan. Pada sorenya harinya, komunitas seni melakukan aksi protes dengan menggelar Latihan Bersama di halaman Museum Probolinggo.
Kegiatan tersebut diikuti dari berbagai sanggar seni, seperti Sanggar Seni Panji Laras, Sanggar Seni BTBK, dan lainnya. Ratusan pelaku seni yang terdiri dari berbagai kalangan turut hadir mulai dari TK hingga SMA, bahkan wali murid berinisiatif ikut dalam aksi protes ini.
Pelaku Seni Melakukan Aksi Latihan Bersama di Halaman
- Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi
“Sanggar BTBK yang merupakan mayoritas dari kegiatan ini terdiri dari hamper 100 anak-anak, dan remaja sekira 50 remaja. sanggar lain ada sekira 40 orang, dan masih belum lainya lagi, seperti wali murid yang ikut aksi tanpa diminta. Ternyata yang bersemangat tidak hanya anak-anak, akan tetapi ibunya juga bersemangat,” sebut Kepala Sanggar, Niar Trifinansih, pada Banyuwangi.viva.co.id.
Rangkaian acara ini dimulai dengan para peserta yang berbaris memasuki halaman museum, lalu menampilkan berbagai pertunjukan seni seperti menari dan senipecut. Setelah seluruh rangkaian Latihan Bersama selesai, kegiatan ini ditutup dengan para pelaku seni yang meneriakkan “Pak Wali Kota, Kami butuh tempat” sebagai tuntutan agar pemerintah menydiakan ruang untuk aktivitas seni yang layak.
Aksi ini bertujuan agar pemerintah dapat melihat secara langsung banyaknya pelaku seni yang terdampak dari kebijakan alih fungsi. Komunitas seni meyakini bahwa kegiatan seni harus tetap berada di gedung kesenian, berdampingan dengan museum dan terletak di Jantung Kota.
Pelaku Seni Melakukan Aksi Latihan Bersama di Museum
- Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi
“Kita berharap banyak terhadap pemerintah. Yang mengikuti aksi ini bahkan belum semuanya. Apabila semua pelaku seni hadir, sudah pasti menutupi jalan raya. Jika Wali Kota melihat anak sebanyak itu namun masih tetap ingin mengalihkan ke tempat baru, tentu hal tersebut tidak sebanding. Karena, kita bisa lihat sendiri dari ukurannya saja tidak sama, fasilitas juga tidak sama dan berkonsep outdoor. Sangat tidak mungkin apabila akan dipindah ke tempat yang baru tersebut,” tegas Niar.