Doa Bersama untuk Affan, Ojol Probolinggo Perkuat Persatuan dan Hubungan Baik dengan Polres
- Faradila Setya Utami / VIVA Banyuwangi
Probolinggo, VIVA Banyuwangi – Pada 28 agustus, telah terjadi aksi demo warga terhadap DPR RI. Aksi tersebut menuai kericuhan yang terjadi antara warga sipil dengan kepolisian dan berujung pada kematian seorang demonstran Bernama Affan Kurniawan yang terlindas mobil barracuda polisi.
Buntut dari kasus tersebut, Komunitas Driver Ojek Online Kota Probolinggo mengadakan Doa Bersama sebagai bentuk simpati dan empati rekan sesama driver ojol. Acara ini berlangsung di halaman Museum Probolinggo dikarenakan basecamp ojek online Probolinggo berada di wilayah museum itu sendiri. Puluhan driver ojol dari berbagai Perusahaan datang memenuhi halaman museum.
Acara ini mengundang pihak Polresta Kota Probolinggo yang didatangi langsung oleh Kapolres Probolinggo, Rico. Kehadiran Kapolres merupakan hal penting agar menjadi symbol bahwa hubungan harmonis antara Polisi sebagai pengayom masyarakat dengan driver ojol dapat terjalin dengan baik terlepas dari ketegangan yang sedang terjadi.
Kapolres menaburkan bunga diatas jaket seragam ojo
- Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi
“Kehadiran Bapak Kapolres sebagai pengayom di jalan merupakan wujud perhatian yang sangat berarti bagi kami. Kami juga tidak melupakan jasa para pengayom ini yang senantiasa melindungi, sehingga kami para driver ojol dapat mencari nafkah di jalan dari pagi hingga petang tanpa harus khawatir akan hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Perwakilan dari Komunitas Driver Ojek Online Kota Probolinggo, Junaedi, kepada Banyuwangi.viva.co.id.
Selain terjalinnya hubungan yang harmonis antar driver ojol dengan pihak kepolisian, juga terjalin solidaritas dengan sesama driver dari berbagai Perusahaan yang beroperasi di Kota Probolinggo. Hal tersebut menimbulkan lahir rasa persaudaraan dan semangat saling mendukung antar komunitas dalam menjalankan profesi yang sama
“Kami menggalang solidaritas dengan semua driver ojol baik yang berjaket hijau, jaket oren, jaket kuning, bahkan yang tidak berjaket yaitu ojek pangkalan kami undang di sini sehingga tidak ada pertengkaran di jalan nantinya,” lanjut Junaedi.
Acara dimulai dengan membacakan doa, lalu membacakan doa tahlil kepada mendiang. Setelah itu dilanjut dengan menaburkan bunga diatas foto mendiang dan juga diatas seragam driver ojol. Penaburan bunga dilakukan bergantian dari pihak perwakilan driver ojol, lalu dari pihak kepolisian.