Unjuk Rasa di Bali, Pengamat Ingatkan Risiko Bagi Pariwisata Jika Ricuh
- https://www.antaranews.com
Denpasar, VIVA Banyuwangi – Pengamat ekonomi Ida Bagus Raka Suardana menekankan pentingnya mengedepankan budaya lokal dalam setiap aksi unjuk rasa di Bali agar pariwisata tetap aman dan nyaman.
“Perlu mengedepankan dialog, simbol budaya lokal yang santun, dan kreativitas yang menarik perhatian tanpa kekerasan,” kata Ida Bagus di Denpasar. Sabtu 30 Agustus 2025.
Mengutip dari laman antaranews.com, menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar itu unjuk rasa adalah hak demokrasi warga negara, namun harus dilakukan dengan bijak. Bali sangat bergantung pada sektor pariwisata sehingga aksi massa yang anarkis dapat menimbulkan kerugian besar.
Ida mendorong agar penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib, damai, dan terorganisasi, tanpa merusak fasilitas umum, serta selaras dengan kearifan lokal Tri Hita Karana, yakni keharmonisan manusia dengan Tuhan, alam, dan sesama.
“Pemilihan lokasi yang tepat, tidak di pusat pariwisata, serta menjaga komunikasi dengan aparat keamanan akan membantu pesan tersampaikan tanpa keresahan,” ujar Ida.
Ida Bagus juga menilai peran aparat keamanan sangat penting, bukan hanya menjaga ketertiban, tetapi juga melindungi hak masyarakat menyampaikan pendapat. Ida berharap polisi bersikap profesional, netral, dan humanis dengan pendekatan persuasif.
Sementara itu, aparat kepolisian bersama pecalang tampak mengamankan aksi damai solidaritas ojek online (ojol) di depan Markas Polda Bali, Jalan WR Supratman, Denpasar. Hingga pukul 12.00 WITA, unjuk rasa masih berlangsung dengan situasi lapangan tetap kondusif.