Pengakuan Sopir Brimob Usai Lindas Ojol, Akui Tak Perhatikan Jalan dan Dikelilingi Massa!
- www.youtube.com @tvOneNews
Jakarta, VIVA Banyuwangi – Insiden tragis yang menewaskan pengemudi ojek online, Afan Kurniawan, di Pejompongan, Jakarta Pusat, akhirnya menemui titik terang.
Tujuh anggota Brimob yang terlibat, termasuk sopir, mengakui kelalaian mereka dalam insiden tersebut.
Mereka mengaku tidak fokus memperhatikan jalan dan harus berjuang untuk keluar dari kepungan massa.
Pengakuan ini disampaikan langsung oleh sopir mobil taktis Brimob, Bripka Rohmat. Bripka Rohmat mengatakan bahwa ia dan rekan-rekannya merasa terancam saat mobil yang mereka tumpangi dikepung oleh massa.
Situasi yang panik dan ketakutan membuat mereka tidak dapat melihat dengan jelas kondisi di sekitar kendaraan.
"Situasinya sangat mencekam. Kami takut diserang massa, jadi saya hanya fokus mengendarai mobil dan tidak bisa melihat ke kanan dan kiri," kata sopir mobil taktis Brimob, Bripka Rohmat. Minggu, 31 Agustus 2025.
Klaim Bripka Rohmat diperkuat oleh pengakuan dari anggota Brimob lain. Mereka menyatakan bahwa pandangan mereka terbatas karena asap gas air mata dan kaca mobil yang gelap.
Kepala Divisi Propam Polri, Irjen Abdul Karim, menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah tegas terhadap ketujuh anggota Brimob tersebut.
"Ketujuh anggota itu dikenai sanksi penempatan khusus. Ini adalah bentuk sanksi disipliner dari institusi," tegas Kepala Divisi Propam Polri, Irjen Abdul Karim. Seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews.
Meskipun demikian, kasus ini tidak berhenti di sanksi disiplin. Pihak berwenang akan menaikkan kasus ini ke jalur pidana.
Ini adalah respons cepat dari institusi untuk menegakkan keadilan dan menunjukkan transparansi.
Presiden Prabowo Subianto juga telah menyampaikan dukacita kepada keluarga korban dan meminta kasus ini diusut tuntas.