Tragedi Affan Kurniawan, DAI Muda MUI Probolinggo Selenggarakan Sholat Ghoib di Depan Mapolres

DAI Muda MUI Probolinggo dan Anggota Polresta melakukan Sholat Ghoib
Sumber :
  • Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi

Probolinggo, VIVA Banyuwangi – Kasus meninggalnya seorang demonstran bernama Affan Kurniawan tidak hanya menggerakkan kalangan dari komunitas ojol. Kali ini, Komunitas DAI Muda MUI Kota Probolinggo menyuarakan aksi simbolis bernama “Aksi Simbolis & Sholat Ghoib untuk mengenang dan mendoakan almarhum Affan Kurniawan”.

img_title 13 Laka Sepekan Jelang HUT RI, Korban Luka di Kabupaten Probolinggo Bertambah

Aksi ini dilakukan Pada hari sabtu (30/8) bertempat di depan Mapolres Kota Probolinggo dan diikuti oleh beberapa perwakilan anggota DAI Muda, serta jajaran anggota Polisi Kota Probolinggo.

Rangkaian acaranya terdiri dari sholat ghoib berjamaah Bersama anggota polres, setelah itu sambutan-sambutan, pembacaan puisi, hingga menyanyikan lagu Darah Juang yang dilakukan di jalan raya depan Mapolres. Rangkaian terakhir dari acara adalah penaburan bunga di depan foto mendiang Affan yang di tempatkan di pagar Mapolres.

img_title Penemuan Bayi Nangis dalam Laci Gerobak Cilok di Tongas, Kini Dirawat di Puskesmas

Penaburan Bunga oleh Polisi/ Faradila Setya Utami

Photo :
  • Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi

Aksi ini merupakan panggilan hati Nurani karena kejadian yang menimpa Affan Kurniawan meninggalkan duka yang sangat mendalam. Selain itu, juga sebagai harapan agar apa yang terjadi pada mendiang Affan Kurniawan tidak terjadi lagi di mana pun khususnya di daerah Kota Probolinggo. 

img_title Tiga Kasus Pencurian Terungkap di Probolinggo, Begal Bermodus Korban Penipuan Jadi Sorotan

“Kami berharap dari aparat penegak hukum terutama dari jajaran Polres untuk benar-benar menggunakan wewenangnya sebaik mungkin,” ujar Ketua DAI Muda MUI Kota Probolinggo, Julian Sholi, pada Banyuwangi.viva.co.id.

Julian yang mengkhawatirkan hal serupa akan terjadi di Kota Probolinggo, berharap dengan adanya aksi ini pihak Polres melakukan evaluasi internal, terutama untuk menjaga emosi saat bertugas. Menurut Julian, emosi merupakan rasa yang membara sehingga sulit untuk menghentikan tindakan impulsive. 

“Yang kita khawatirkan ada Kurniawan-Kurniawan selanjutnya yang terjadi di Kota Probolinggo. Jadi dengan adanya aksi ini, kami berharap adanya bentuk evaluasi yang mendalam terhadap aparat kepolisian untuk menjaga. Terutama untuk menjaga emosi. Karna emosi tidak lepas dari rasa yang membara,” lanjutnya.

Terakhir Julian juga mengharapkan DPR bertindak tegas dengan menggunakan wewenangnya agar tragedi ini mendapatkan perhatian serius dan tidak dianggap sepele. Sebagai Masyarakat sipil, Julian mengaku akan menghormati setiap Keputusan yang akan diambil oleh DPR terkait kejadian tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title