Launching Buku Karya Anak Situbondo, Komunitas GSM Ingin Tingkatkan Literasi dan Narasi Lokal
- Zulfah Ulyah Kartika/ VIVA Banyuwangi
Situbondo, VIVA Banyuwangi – Komunitas Gerakan Situbondo Membaca (GSM) pada Sabtu, 30 Agustus 2025 mengadakan acara launching buku Siaran Terakhir yang merupakan kumpulan cerpen tentang Situbondo.
Buku Siaran Terakhir berisi 10 cerpen terbaik hasil karya anak muda Situbondo melalui lomba menulis cerita fiksi yang telah berlangsung sebelumnya. Acara ini dihadiri oleh anggota komunitas, para pemenang lomba, juri, dan masyarakat umum.
Sofyan, selaku moderator pada acara tersebut menjelaskan bahwa lomba menulis cerpen digagas untuk meningkatkan literasi dan narasi lokal terhadap Situbondo.
“Kami mengadakan lomba ini karena kita butuh narasi lokal. Mengenai budaya, sejarah, wisata dan tradisi yang ada Situbondo. Kemudian hasilnya kami jadikan buku agar bisa mengenalkan lebih luas nilai-nilai lokal tersebut dan membangun awareness orang luar terhadap Situbondo,” terangnya.
Sofyan melanjutkan, selain itu GSM juga ingin menjaring penulis-penulis baru yang ada di Situbondo. Mereka percaya jika Situbondo memiliki potensi dalam hal literasi.
“Yang kami lihat kemudian tanggapannya bagus sekali, ada 107 naskah cerpen yang disubmit. Angka ini cukup besar dibanding lomba menulis cerita fiksi di tempat lain. Artinya apa? Kita punya potensi yang besar. Itu semuanya karya anak Situbondo karena salah satu persyaratannya adalah KTP harus Situbondo asli,” ujarnya.
Tidak hanya Sofyan, anggota komunitas lain sekaligus juri dalam lomba tersebut mengaku hasil lomba melebihi ekspektasinya.
“Kami tidak menyangka akan sebanyak itu yang mengikuti lomba. Cukup kesulitan juga menentukan pemenangnya karena karyanya bagus-bagus sekali,” pungkas Farhan, juri dari lomba menulis cerpen.
Meski ingin mengenalkan dan membangun narasi Situbondo melalui lomba menulis cerpen ini, Sofyan menegaskan kalau karya cerpen yang dihasilkan adalah fiksi.
“Perlu ditegaskan kalau ini lomba menulis cerita fiksi. Jadi tidak bisa dijadikan landasan sebagai sejarah Situbondo secara fakta,” tegas Sofyan.
Sofyan berharap kedepannya kegiatan serupa dapat lebih sering digiatkan agar tingkat literasi di Situbondo lebih baik sekaligus untuk merangkul masyarakat yang memiliki potensi dalam bidang tersebut.
Komunitas Gerakan Situbondo Membaca sendiri merupakan organisasi yang bergerak dalam ranah literasi lokal Situbondo melalui aktivitas review buku. Komunitas ini telah ada sejak 2014.