2 Tuntutan Dosen UPI Usai Mahasiswa Jadi Korban Penusukan, Desak Polisi!

2 Tuntutan Dosen UPI Usai Mahasiswa Jadi Korban Penusukan
Sumber :
  • www.youtube.com @tvOneNews

Bandung, VIVA Banyuwangi – Ilham Renal, seorang mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), yang menjadi korban penusukan saat berupaya melerai perkelahian di tengah demonstrasi.

img_title Tuntut BBM hingga Transparansi, Mahasiswa Probolinggo Dapat Jawaban dari Pemkot dan DPRD

Penusukan ini diduga dilakukan oleh penyusup yang menyusup ke tengah-tengah massa.

Korban yang juga berprofesi sebagai pengemudi ojek online ini mengalami luka serius dan kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Ahsan Sadqin di Bandung.

img_title Rakyat Makin Sulit, Sekretaris DPC GMNI Banyuwangi Tuntut Revolusi Kebijakan Negara

Saat insiden terjadi sedang berada di lokasi dan mencoba memisahkan pihak-pihak yang terlibat keributan.

Namun, justru menjadi sasaran serangan dari belakang. Tiga luka tusuk di punggungnya membuatnya harus segera dilarikan ke rumah sakit.

img_title DPC GMNI Banyuwangi: Alasan Pemkab Enggan Teken Surat Tak Masuk Akal dan Langgar Demokrasi!

Dosen UPI, Cecep Darmawan, menegaskan bahwa pihak kampus sangat prihatin dan menuntut keadilan.

Cecep Darmawan meminta aparat keamanan untuk bergerak cepat menangkap pelaku.

"Kami meminta aparat keamanan untuk mengusut tuntas masalah ini," kata Cecep Darmawan, seperti dilansir dari kanal YouTube @tvOneNews.

Selain itu, Cecep Darmawan juga menekankan betapa seriusnya kasus ini. Dosen UPI tersebut menambahkan bahwa kondisi korban masih kritis dan memerlukan penanganan intensif dari tim medis.

"Kondisi korban masih serius dan perlu penanganan intensif," tutur Cecep Darmawan. Senin, 01 September 2025.

Akademisi UPI mengutuk keras tindakan kekerasan yang menimpa salah satu mahasiswanya dan mendesak agar pihak kepolisian segera menangkap pelaku.

Insiden ini juga menjadi peringatan serius bagi mahasiswa agar lebih berhati-hati dalam berpartisipasi di ruang publik, terutama dalam kegiatan yang rentan disusupi oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.