Aksi Damai Mahasiswa dan Pekerja di Yogyakarta, Sultan HB X Ingatkan Pentingnya Demokrasi Tanpa Anarkisme

Momen aksi damai di Jogjakarta, pasca kerusuhan demo di Jakarta
Sumber :
  • https://www.youtube.com/watch?v=DeOOLezsiMM

Yogjakarta, VIVA Banyuwangi – Mahasiswa dan pekerja dari berbagai sektor menggelar aksi damai di Bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin, 1 September 2025. Aksi tersebut berlangsung tertib, diwarnai orasi yang berisi kritik dan masukan sebagai bagian dari aspirasi rakyat.

img_title Ribuan Santri dan Alumni Pesantren Gelar Aksi Damai di Pendopo Situbondo

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, menanggapi aksi tersebut dengan mengajak para rektor kampus di Yogyakarta untuk menyamakan persepsi. Menurutnya, demokrasi harus dibangun dengan itikad baik dan tanpa tindakan anarkistis.

“Menyampaikan aspirasi kan sudah waktunya, tidak bisa dilarang. Tapi bagaimana demokrasi ini bisa berjalan dengan baik tanpa harus merugikan pihak lain,” tegas Sultan HB X, dikutip dari kanal YouTube tvOneNews pada Selasa, 2 September 2025.

img_title Polri Gandeng Komnas HAM dan KontraS Telusuri Keberadaan 3 Orang Hilang Pascademo!

Dalam aksi itu, antar kampus di Yogyakarta juga sepakat untuk saling menopang, melindungi, dan menjaga suasana agar tidak ada pihak yang terprovokasi.

Patroli Skala Besar di Brebes

img_title Polisi Tetapkan Pemilik Akun Penyebar Hasutan sebagai Tersangka, Ratusan Konten Provokatif Diblokir

Sementara itu, aparat gabungan TNI, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Brebes menggelar patroli berskala besar untuk menjaga kondusivitas wilayah. Patroli dilakukan dengan kendaraan roda dua dan roda empat, menyisir sejumlah titik rawan yang sempat menjadi lokasi kericuhan saat demo anarkistis pada Sabtu lalu.

Petugas juga berinteraksi langsung dengan masyarakat, memberikan imbauan agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

Organisasi Tani Serukan Unjuk Rasa Damai

Di sisi lain, Organisasi Tani Merdeka Nusantara mengecam keras aksi perusakan dan penjarahan yang terjadi dalam sejumlah unjuk rasa. Mereka menegaskan bahwa menyampaikan aspirasi adalah hak setiap warga negara, tetapi harus dilakukan dengan damai, tanpa merusak fasilitas maupun mengganggu kehidupan masyarakat.

“Kami mendukung aksi damai, tapi TNI dan Polri harus bertindak tegas terhadap massa yang sudah kelewat batas,” ujar perwakilan organisasi tersebut.

Dengan adanya seruan dari berbagai pihak, diharapkan aksi penyampaian aspirasi ke depan tetap berjalan damai, tertib, dan sesuai dengan semangat demokrasi tanpa merugikan masyarakat luas.