PBB Desak RI Usut Dugaan Pelanggaran HAM dalam Aksi Demo Ricuh
- https://pixabay.com/id/photos/pbb-persatuan-negara-negara-4984799/
Jakarta, VIVA Banyuwangi – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) buka suara soal aksi unjuk rasa di Indonesia yang berujung ricuh dalam beberapa pekan terakhir.
Kantor Hak Asasi Manusia PBB atau Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights (OHCHR) menegaskan perlunya penyelidikan serius atas dugaan pelanggaran HAM dalam penanganan demonstrasi tersebut.
“Kami menyerukan investigasi yang cepat, menyeluruh, dan transparan terhadap semua dugaan pelanggaran hukum hak asasi manusia internasional, termasuk yang berkaitan dengan penggunaan kekuatan,” ujar Juru Bicara OHCHR, Ravina Shamdasani. Dilansir dari Instagram @ohchr_asia.
Menurut Ravina, PBB terus memantau rangkaian aksi protes di berbagai wilayah Indonesia, yang dipicu oleh isu tunjangan parlemen, kebijakan penghematan, hingga dugaan penggunaan kekerasan berlebihan oleh aparat.
“Kami menekankan pentingnya dialog untuk mengatasi kekhawatiran publik,” tambah Ravina. Selasa, 2 September 2025
OHCHR juga mengingatkan pemerintah Indonesia agar menjunjung tinggi hak kebebasan berpendapat dan berkumpul secara damai, sebagaimana standar hukum internasional.
Aparat, termasuk militer jika dilibatkan, diwajibkan menaati prinsip dasar penggunaan kekuatan dan senjata api dalam tugas penegakan hukum. Tak hanya itu, Shamdasani menegaskan pentingnya kebebasan pers.
“Media harus diizinkan melaporkan peristiwa secara bebas dan independen,” kata Ravina
Gelombang protes yang meluas di Jakarta, Yogyakarta, hingga Makassar diketahui menelan korban jiwa.
Sedikitnya enam orang dilaporkan meninggal dunia akibat kericuhan. Sejumlah tokoh masyarakat pun menyerukan agar semua pihak menahan diri dan mengedepankan aksi damai.