Polda Metro Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Ricuh DPR: Ratusan Anak Ikut Diamankan, 22 Positif Narkoba
- https://pixabay.com/id/photos/akibat-kerusuhan-protes-revolusi-4506339/
Jakarta, VIVA Banyuwangi – Gelombang unjuk rasa yang berujung ricuh di sekitar Gedung DPR/MPR RI sepanjang 25–31 Agustus 2025 kini terkuak lebih jelas. Polda Metro Jaya merilis data mencengangkan: dari total 1.240 orang yang diamankan, ratusan di antaranya ternyata masih berusia anak-anak.
Melansir unggahan Instagram @vivacoid pada Rabu, 3 September 2025, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Ade Ary Syam Indradi, membeberkan rinciannya.
“Pada 25 Agustus ada 357 orang diamankan, 814 orang pada 28–29 Agustus, serta 69 orang pada 31 Agustus,” ungkapnya, Selasa, 2 September 2025.
Dari jumlah tersebut, 1.113 orang telah dipulangkan. Namun, sisanya masih harus menghadapi proses hukum karena keterlibatan mereka dalam aksi anarkis. Fakta lain yang membuat publik terperangah adalah hasil tes narkoba: 22 orang dinyatakan positif, dengan rincian 14 orang sabu, 3 ganja, dan 5 benzoat.
Tak hanya itu, polisi juga menerima 9 laporan pidana terkait kerusuhan tersebut. Dari laporan itu, 10 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
“Sembilan orang sudah ditahan, sementara satu lainnya masih buron,” kata Ade Ary.
Rangkaian data ini menegaskan bahwa kerusuhan di Senayan bukan sekadar ledakan emosi massa, melainkan menyimpan kompleksitas persoalan, mulai dari keterlibatan anak-anak hingga penyalahgunaan narkoba.
Sebuah catatan kelam yang memperlihatkan betapa rapuhnya garis batas antara aksi protes dan tindak kriminal.