Polisi Usut Dalang Aksi Anarkis Pasca Insiden Gas Air Mata di Unisba dan Unpas
- www.viva.co.id
Bandung, VIVA Banyuwangi –Situasi di kawasan Jalan Tamansari, Kota Bandung, khususnya sekitar kampus Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas), mulai berangsur kondusif setelah insiden gas air mata oleh aparat kepolisian. Senin, 1 September 2025 malam.
Polda Jawa Barat menjelaskan, peristiwa itu berawal ketika aparat gabungan tengah melaksanakan patroli rutin dan tiba-tiba mendapat serangan bom molotov. Respons tegas pun dilakukan dengan melepaskan gas air mata sebagai langkah pengamanan.
"Tindakan ini dilakukan karena adanya serangan berupa pelemparan bom molotov terhadap petugas. Kami bertindak sesuai prosedur untuk menjaga keamanan," kata Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan. Rabu, 3 September 2025.
Meski aktivitas perkuliahan di dua kampus tersebut sementara dialihkan ke sistem daring, suasana di sekitar lokasi kini mulai pulih. Warga bersama aparat terlihat membersihkan pecahan kaca dan sisa-sisa molotov.
Selain itu, spanduk-spanduk berisi seruan penolakan terhadap aksi anarkis juga dipasang di sejumlah titik sebagai bentuk aspirasi masyarakat serta civitas akademika untuk menjaga ketertiban.
Sejauh ini, Polda Jawa Barat telah mengamankan 16 orang yang diduga terlibat dalam provokasi serta pelemparan molotov. Polisi juga telah menyita sejumlah bukti digital untuk mendukung proses penyelidikan.
Untuk mengungkap pihak yang menjadi pendana maupun dalang di balik aksi anarkis tersebut, Polda Jabar akan menggandeng Bareskrim Mabes Polri.
“Kami akan telusuri sampai tuntas siapa yang menjadi aktor intelektual dan pendana di balik aksi ini. Kami libatkan Mabes Polri agar proses penyidikan lebih komprehensif,” tegas Rudi Setiawan. Seperti dikutip dari viva.co.id.