Noel Akui Bersalah, KPK Buka Peluang Periksa Anaknya dalam Skandal Rp81 Miliar Sertifikat K3
- https://www.tvonenews.com/gallery-foto/berita/nasional/367562-eks-wamenaker-immanuel-ebenezer-saya-mengaku-salah-dan-akan-bertanggungjawab
Jakarta, VIVA Banyuwangi – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kemungkinan untuk memeriksa anak dari mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel “Noel” Ebenezer Gerungan, dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa setiap pihak yang dinilai memiliki keterkaitan atau informasi penting dalam perkara ini dapat dipanggil oleh penyidik.
“Jika dibutuhkan penyidik, KPK terbuka memanggil pihak mana pun untuk dimintai keterangan. Semua yang relevan bisa dipanggil, tanpa terkecuali,” ujar Jubir KPK Budi di Gedung Merah Putih KPK Jakarta. Rabu, 3 September 2025
Budi juga menanggapi klaim Noel soal empat ponsel yang ditemukan di plafon rumah dinasnya. Menurut Noel, ponsel-ponsel itu bukan miliknya, melainkan milik sang pembantu.
“Esensi barang bukti elektronik ada pada informasinya. Dari situlah penyidik akan menggali petunjuk guna mendukung proses hukum,” jelas Budi. Seperti dilansir dari viva.co.id
Sementara itu, Immanuel Ebenezer yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka mulai menunjukkan sikap kooperatif. Usai menjalani pemeriksaan perdana, Noel menyampaikan pengakuan terbuka mengenai kesalahannya.
“Saya mengakui kesalahan saya dan saya mempertanggungjawabkan kesalahan itu,” ujar Noel
Dalam penyidikan, KPK menduga Noel menerima suap senilai Rp3 miliar dan sebuah motor gede Ducati terkait praktik pemerasan sertifikasi K3.
Skema ini berjalan sejak 2019, di mana biaya sertifikat yang seharusnya hanya Rp275 ribu dipatok hingga Rp6 juta.
Dari praktik tersebut, aliran dana mencapai Rp81 miliar, dengan Rp69 miliar di antaranya masuk ke rekening Irvian Bobby Mahendro, Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3.
Selain menelusuri aliran dana, KPK juga memburu sejumlah aset yang diduga berasal dari hasil gratifikasi. Dua mobil mewah diketahui sempat dipindahkan dari rumah dinas Noel sesaat setelah operasi tangkap tangan digelar.
Sejauh ini, satu unit Toyota Land Cruiser sudah dikembalikan, sementara dua mobil lainnya masih dalam pencarian.
Dalam kasus ini, Noel tidak sendirian. Total ada sebelas orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, terdiri atas sejumlah pejabat Kementerian Ketenagakerjaan dan pihak swasta.