Terungkap, Anggota BAIS Yang Viral Di Demo Kemarin Ternyata Bukan Provokator

TNI Bantah Anggota BAIS Jadi Provokator Demo
Sumber :
  • www.viva.co.id

Jakarta, VIVA Banyuwangi – Markas Besar (Mabes) TNI membantah tuduhan adanya anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) yang disebut sebagai provokator dalam aksi unjuk rasa di sejumlah daerah. TNI menegaskan informasi tersebut adalah hoaks.

img_title 11 Provokator Diringkus, Korban Kericuhan Pati Tembus 34 Orang!

Dikutip viva.co.id, kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Freddy Ardianzah mengatakan banyak informasi yang beredar di media sosial maupun media massa tidak sesuai fakta.

Ia menyebut narasi tersebut cenderung merugikan dan mendiskreditkan institusi TNI.

img_title Pilihan Anime Terbaik untuk Pemula yang Mudah Dipahami dan Seru

“Banyak foto, video, maupun konten yang diviralkan itu hoaks. Namun tetap dijadikan bahan untuk menyudutkan TNI,” ujar Freddy dalam konferensi pers di Mabes TNI, jumat, 5 September 2025.

Salah satu isu yang beredar adalah dugaan anggota BAIS TNI menjadi provokator aksi demo dan ditangkap polisi. Freddy menegaskan narasi tersebut tidak benar.

img_title Urutan Menonton Film Marvel Berdasarkan Timeline Kronologis MCU

“Tidak ada satu pun anggota TNI yang ditangkap Polri. Mereka justru sedang menjalankan tugas intelijen untuk deteksi dini dan cegah dini ancaman,” tegasnya.

Freddy juga meluruskan informasi terkait Pratu Handika Novaldo, prajurit yang sempat diamankan Brimob Polda Sumsel saat kericuhan di depan Gedung DPRD Sumsel. Menurutnya, peristiwa itu hanyalah kesalahpahaman.

“Yang bersangkutan hanya sedang mencari makan dan mengisi BBM, bukan ikut demo. Sudah ada permintaan maaf dari Dansat Brimob,” jelas Freddy.

Selain itu, Freddy memastikan sejumlah video yang menuding TNI menjadi provokator di Medan, Ternate, maupun Bogor juga tidak benar.

Ia meminta masyarakat tidak terjebak oleh framing negatif yang berpotensi memecah belah bangsa.

“Isu seperti ‘TNI dalang kerusuhan’ atau ‘TNI provokator’ sangat melukai hati prajurit. Mereka justru membantu Polri di lapangan, ikut merasakan dilempar batu, gas air mata, bahkan bom molotov. Sangat menyakitkan jika masih ada yang menuding TNI provokator,” kata Freddy.