YLKI Soroti Lonjakan Harga dan Kekosongan Stok Beras, Minta Pemerintah Bertindak Tegas
- https://www.tvonenews.com/gallery-foto/berita/nasional/368621-harga-beras-dan-cabai-di-jakarta-turun-pagi-ini
Jakarta, VIVA Banyuwangi –Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak seluruh pihak terkait untuk mengambil langkah serius dalam menuntaskan persoalan harga dan ketersediaan beras di pasaran agar tetap terjangkau bagi masyarakat.
"Masalah beras di lapangan belum juga selesai, masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan," kata Ketua YLKI, Niti Emiliana. Sabtu, 6 September 2025
Niti mengingatkan bahwa sebelumnya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah menyatakan stok beras melimpah.
Namun ia mempertanyakan alasan harga di pasaran masih tinggi dan adanya kekosongan stok di sejumlah titik distribusi.
Menurut YLKI, definisi stok beras melimpah tidak boleh hanya berada di gudang atau hulu, melainkan harus dipastikan tersedia di pasar sehingga mudah diakses masyarakat dengan kualitas sesuai standar dan harga yang terjangkau.
YLKI juga menyoroti kenaikan harga beras di ritel modern yang dianggap sangat membebani konsumen.
Banyak masyarakat terkecoh karena beras yang beredar di ritel bukanlah beras premium biasa, melainkan beras khusus terfortifikasi dengan harga Rp90 ribu hingga Rp130 ribu per 5 kilogram.
"Tidak ada aturan HET untuk beras khusus, kondisi ini dipicu oleh hilangnya stok beras premium dan medium di ritel modern," ujar Niti. Seperti dilansir dari antaranews.com
Ia menambahkan, di pasar tradisional pun harga beras eceran ikut naik, meski tidak se signifikan di ritel modern. Meski demikian, kondisi ini tetap harus menjadi perhatian pemerintah.
"Hal ini juga perlu diperhatikan supaya harga tidak naik dan stok beras di pasar tradisional tetap tersedia," kata Niti.
YLKI menekankan pentingnya pemenuhan hak dasar konsumen berupa akses terhadap beras dengan harga terjangkau, kualitas sesuai standar, dan ketersediaan di pasar.
Selain itu, YLKI mendorong Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog mempercepat distribusi beras SPHP secara masif agar mampu menstabilkan harga sekaligus menutup kekosongan stok.
Ia juga meminta Kementerian Perdagangan, Bapanas, Satgas Pangan, dan Kepolisian melakukan investigasi menyeluruh terhadap distribusi beras dari hulu hingga hilir.
"Kalau bicara soal pelanggan, konsumen beras adalah yang paling setia karena beras merupakan kebutuhan pokok sehari-hari," ujar Niti.