Maulid Nabi di UIN KHAS Jember, Sambut Tahun Ajaran Baru dengan Peringatan Maulid Nabi
- https://www.instagram.com/p/DOMaAhaE-QE/?igsh=aWFibDFhdmE4Zzcw
Jember, VIVA Banyuwangi –Ratusan mahasantri baru Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember memadati masjid kampus dalam acara Ta'aruf Ma'hadi dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Rabu, 3 September 2025. Acara ini menandai babak baru bagi tahun ajaran 2025-2026 di Ma'had Al-Jami'ah.
Dalam acara yang penuh khidmat, ratusan mahasantri menggemakan salawat nabi bersama jajaran pengasuh ma'had, tenaga pendidik, dan koordinator santri dari berbagai divisi. Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni S. Ag., MM., hadir secara langsung untuk membuka program ma'had dan memberikan sambutan utama.
Prof. Hepni menjelaskan bahwa mahasantri adalah gabungan dari mahasiswa dan santri. Mereka menyandang dua peran, tugas, dan tanggung jawab sekaligus, serta memiliki nilai ganda, yaitu berintelektual tinggi dan bermuatan santri.
"Ma'had adalah pusat persemaian religiusitas, moralitas, dan spiritualitas," tegas Prof. Hepni. Ia berharap para mahasantri dapat terus menekuni dan mempertahankan nilai-nilai akidah keislaman yang diajarkan selama di Ma'had Al-Jami'ah.
Menurutnya, aktivitas sehari-hari di kampus bertujuan untuk membentuk lulusan yang intelektual dan memiliki semangat perubahan. "Nah, religiusitas merupakan produk dari ma'had. Ma'had adalah pusat persemaian religiusitas, moralitas, dan spiritualitas," ungkapnya.
Lebih lanjut, Prof. Hepni menegaskan bahwa mahasantri adalah "embrio" untuk menciptakan kedamaian, terutama di tengah kemelut yang sedang terjadi di Tanah Air.
Sementara itu, Direktur Ma'had Al-Jami'ah UIN KHAS, Dr. H. Amin Fadlillah, melaporkan peningkatan signifikan jumlah mahasantri tahun ini.
"Kepercayaan mereka terhadap ma'had semakin meningkat. Karena kalau mengacu pada jumlah mahasantri tahun kemarin, jumlah mahasantri tahun ini hampir dua kali lipat," jelasnya.
Peningkatan ini, menurut Direktur yang akrab disapa Buya Amin, menjadi perkembangan yang menggembirakan. Ia berharap, meningkatnya jumlah mahasantri akan memperkuat kampus UIN KHAS dalam mencetak generasi yang kuat, tangguh, dan agamis.
Dengan kontribusi nyata ini, Buya Amin berharap para pengambil kebijakan di kampus bisa lebih memperhatikan kebutuhan ma'had, termasuk peningkatan layanan serta sarana dan prasarana.
"Ini tentu juga memberikan kontribusi yang nyata bagi kampus karena kehadiran para mahasantri yang meningkat," sambungnya.