Selangkah Menuju Kesepakatan Dagang RI-GCC, Peluang Ekspor ke Timur Tengah Menguat!
- antaranews.com
Jakarta, VIVA Banyuwangi –Indonesia dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah menyelesaikan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas (Indonesia-GCC FTA). Pemerintah menargetkan perjanjian strategis ini dapat selesai secara substantif pada akhir tahun 2025.
Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag), Djatmiko Bris Wijtaksono, menyatakan putaran ketiga perundingan ini merupakan langkah percepatan penyelesaian.
"Kami mendorong tercapainya titik tengah dan fleksibilitas dari kedua belah pihak, khususnya pada isu-isu pokok yang menjadi kepentingan bersama," ujar Djatmiko Bris Wijtaksono dalam keterangan di Jakarta. Senin, 8 September 2025.
Ketua Tim Perunding Indonesia, Danang Prasta Danial, menjelaskan bahwa putaran ketiga ini menghasilkan kemajuan signifikan. Sejumlah isu utama yang dibahas mencakup perdagangan barang, jasa, investasi, dan ekonomi Islam.
"Indonesia dan GCC berhasil mencapai kesepakatan pada isu Movement of Natural Person (MNP) dan kemajuan pada teks runding," kata Danang Prasta, seperti dilansir dari antaranews.com.
Perjanjian Indonesia-GCC FTA diproyeksikan akan meningkatkan kesejahteraan ekonomi Indonesia sebesar USD 258,40 juta. Selain itu, perjanjian ini juga diperkirakan akan mendongkrak total ekspor Indonesia ke kawasan Teluk hingga 17,4 persen, terutama pada sektor peralatan elektronik, produk kulit, dan tekstil.
Total perdagangan antara Indonesia dan GCC pada paruh pertama 2025 tercatat sebesar USD 7,9 miliar. Komoditas ekspor andalan Indonesia ke kawasan tersebut meliputi kendaraan bermotor dan minyak kelapa sawit, sementara komoditas impor utama dari GCC adalah minyak mentah dan gas petroleum.
Untuk mencapai target penyelesaian, Kemendag akan mengintensifkan koordinasi lintas kementerian guna menuntaskan isu-isu yang masih tertunda.