Gelombang Demonstrasi Paksa PM Nepal Sharma Oli Mundur

Perdana Menteri Nepal, Sharma Oli, resmi mengundurkan diri
Sumber :
  • ttps://pbs.twimg.com/media/G0ZKCnjX0AADV2F?format=jpg&name=4096x4096

Kathmandu, VIVA Banyuwangi – Situasi politik di Nepal semakin memanas setelah para pengunjuk rasa berhasil menerobos masuk ke kediaman Presiden Ram Chandra Paudel. Selasa, 9 September 2025.

img_title Selama Ramadan, Israel Batasi Akses Umat Islam ke Masjid Al-Aqsa

Laporan Khabarhub menyebutkan, aksi itu terjadi di tengah gelombang protes besar-besaran yang meluas di berbagai kota.

Perdana Menteri Nepal, Sharma Oli, resmi mengundurkan diri menyusul tekanan publik setelah pemerintah memberlakukan larangan terhadap sejumlah media sosial.

img_title Krisis Politik Nepal Memuncak, Presiden Ram Chandra Mundur

Presiden Ram Chandra Paudel telah menerima pengunduran diri tersebut dan segera memulai proses pemilihan perdana menteri baru. Seperti dilansir dari viva.co.id

Kondisi kian genting setelah otoritas Nepal mengerahkan militer untuk meredam bentrokan antara demonstran dengan aparat kepolisian. Senin, 8 September 2025.

img_title OHCHR Soroti Tindakan Brutal Aparat Nepal dan Desak Penyelidikan Cepat

Protes anti-korupsi dan penolakan larangan media sosial itu telah merenggut 19 nyawa. Keputusan pengerahan militer diambil usai massa menembus area terlarang dan masuk ke kompleks Parlemen Federal, sehingga pemerintah memberlakukan jam malam.

Sementara itu, Kathmandu Post melaporkan sedikitnya 347 orang terluka, puluhan di antaranya dalam kondisi kritis.

Sejumlah rumah sakit di Kathmandu bahkan dilaporkan penuh, namun otoritas setempat belum memberikan pernyataan resmi terkait jumlah korban jiwa.