Krisis Politik Nepal Memuncak, Presiden Ram Chandra Mundur
- https://x.com/stepankungur/status/1965422274942828827/photo/1
Kathmandu, VIVA Banyuwangi – Presiden Nepal, Ram Chandra Paudel, resmi menyatakan mundur dari jabatannya di tengah gelombang kerusuhan besar yang melanda negeri itu. Selasa, 9 September 2025.
Melalui sebuah surat, kelompok perusuh mengklaim bahwa negara kini berada di bawah kendali mereka.
Dalam surat tersebut, mereka juga menyerukan pembentukan “pemerintahan sipil yang dipimpin seseorang yang diterima secara universal” serta penyelenggaraan pemilu dalam waktu dekat. Seperti dilansir dari viva.co.id
Kerusuhan semakin meluas setelah sedikitnya 1.500 tahanan kabur dari Penjara Nakkhu di Lalitpur. Media lokal juga memberitakan adanya penembakan di markas besar Kepolisian Nepal.
Gelombang demonstrasi yang mayoritas digerakkan generasi muda, dan dijuluki media sebagai “Revolusi Gen Z”, pecah di Kathmandu sejak 8 September lalu.
Aksi itu dengan cepat menyebar ke berbagai kota besar, memicu bentrokan dengan polisi yang menewaskan 19 orang dan melukai ratusan lainnya.
Situasi memanas setelah pemerintah memblokir sejumlah platform media sosial karena tidak memenuhi kewajiban pendaftaran ke Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi. Kamis, 4 September 2025
Aksi protes yang pecah setelah kebijakan tersebut membuat otoritas akhirnya mencabut larangan, namun bentrokan tetap berlanjut.
Otoritas Kathmandu pun terpaksa memberlakukan jam malam di sejumlah distrik menyusul kerusuhan yang semakin tidak terkendali.