Harga Singkong Anjlok! Gubernur Lampung Desak Mentan Amran Tetapkan Regulasi Nasional

Gubernur Lampung minta Kementan segera tetapkan harga minimal singkong
Sumber :
  • https://www.pertanian.go.id/?show=news&act=view&id=7101

Jakarta, VIVA Banyuwangi –Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama empat bupati mendesak Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman segera menetapkan regulasi harga singkong nasional.

img_title Mentan Dinobatkan Jadi Bapak Swasembada Pangan Usai RI Surplus Beras!

Hal ini karena anjloknya harga singkong yang membuat jutaan petani di Lampung merugi.  Desakan itu disampaikan dalam pertemuan di Jakarta. Selasa, 9 September 2025.

Lampung menyumbang hampir 70 persen produksi singkong nasional. Namun, harga singkong terus tertekan akibat masuknya impor singkong dan tepung tapioka.

img_title Mentan Amran Terima Gelar Adat Tertinggi Selayar, Ini Makna Khususnya

“Kami menghadap Pak Menteri karena harga singkong di Lampung terus turun. Harapannya, ada stabilisasi dan penyeragaman harga, tidak hanya di Lampung tetapi juga di seluruh Indonesia,” kata Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani.

Empat bupati yang hadir yaitu Bupati Lampung Utara, Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Mesuji. Mereka menilai tata niaga singkong masih timpang karena tidak ada kesepakatan harga yang jelas antara petani dan pabrik.

img_title Tak Main-main! Mentan Amran Minta PTPN Jadi Penopang Ekonomi RI

Anggota DPRD Lampung Mikdar Ilyas menambahkan, persoalan harga juga diperburuk potongan tinggi hingga 60 persen dari harga Rp1.350 per kilogram.

“Petani menderita, bahkan modal tidak kembali. Selain itu, impor makin menekan harga. Semua ini sudah kami sampaikan ke Pak Menteri,” ujar Mikdar.

Mentan Amran menyambut positif laporan tersebut. Ia memastikan akan segera mengeluarkan surat penetapan harga minimal singkong yang berlaku nasional, sekaligus memperketat regulasi impor.

“Saya akan buatkan surat agar harga singkong minimal sesuai regulasi harga di Lampung. Petani harus punya jaminan harga, kita tidak boleh membiarkan mereka terus merugi,” tegas Amran, seperti yang dilansir Kementan.

Selain regulasi harga, Amran juga mendorong peningkatan produksi hingga 70 ton per hektar agar singkong Lampung mampu memenuhi kebutuhan industri dalam negeri.