Kementan Fokus Ekspor Gula Kelapa Kristal, Targetkan Swasembada Gula 2030!

Kementan perkuat sektor perkebunan dari hulu hingga hilir!
Sumber :
  • https://www.pertanian.go.id/?show=news&act=view&id=7102

Batang, VIVA Banyuwangi –Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat sektor perkebunan dari hulu hingga hilir. Di mulai dari produksi benih kelapa unggul, revitalisasi pabrik gula tebu, hingga pengembangan ekspor gula kelapa kristal ke pasar internasional.

img_title Wamentan Sudaryono Hentikan Impor Gula Rafinasi, DPR RI Apresiasi

Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, mengatakan ketersediaan benih unggul menjadi kunci utama. Salah satu contoh adalah keberadaan Nursery Batang di Desa Beji, Kecamatan Tulis, Batang.

Berdiri pada 2021 telah memproduksi 120.000 batang benih kelapa, di mana 71.122 batang sudah bersertifikat dan 58.903 batang telah disalurkan ke petani.

img_title Pria di Purwokerto Tewas Tersengat Listrik Saat Hendak Mencuri

“Nursery Batang tidak hanya menghasilkan benih unggul, tetapi juga menjaga kemurnian varietas dan pelestarian sumber daya genetik. Kami optimis kebutuhan benih berkualitas bisa terpenuhi secara berkelanjutan,” kata Roni saat meninjau Nursery Batang. Senin, 8 September 2025.

Selain hulu, Kementan juga memperkuat sektor tebu dengan meninjau Pabrik Gula Sragi, Pekalongan. Pabrik ini dinilai penting dalam menyerap tebu petani, menjaga pasokan, dan mendukung target swasembada.

img_title Anggota TNI Tewas Usai Melerai Keributan di Wonosobo, Pelaku Masih Diburu Polisi!

“Revitalisasi pabrik gula dan pendampingan petani tebu menjadi prioritas. Harapannya, rendemen meningkat, posisi petani lebih kuat, dan target swasembada gula konsumsi bisa dipercepat,” jelas Roni.

Di hilir, Kementan mendorong pemberdayaan petani gula kelapa kristal di Desa Pageraji, Banyumas. Dalam lima tahun terakhir, desa ini bertransformasi lewat pembentukan Java Agro Mandiri (JAVARI) pada 2018 dan Koperasi Abhinaya Karya Mandiri (BHINARI) pada 2023.

Kini, 490 kepala keluarga petani tergabung dalam koperasi tersebut. Dengan pendampingan dan penerapan standar organik internasional, produk gula kelapa kristal Pageraji berhasil menembus pasar ekspor ke tujuh negara.

Antara lain Australia, Afrika Selatan, Spanyol, Yunani, Hungaria, Ceko, dan Malaysia. Volume ekspor rata-rata mencapai 80 ton per bulan.

“Kami mendukung upaya Koperasi BHINARI dalam meningkatkan standar produksi dan pemberdayaan petani. Produk Pageraji kini bahkan sudah memenuhi standar Uni Eropa dan Amerika Serikat,” tambah Roni, seperti yang dilansir dalam website Kementan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan apresiasi atas sinergi kuat antara pemerintah, petani, pabrik gula, dan pelaku usaha yang dinilai berhasil mendorong transformasi ekonomi desa.

Halaman Selanjutnya
img_title