Menteri Keuangan Baru Minta Maaf, Akui Salah Ucap Soal Tuntutan Rakyat
- YouTube @tvOneNews
Jakarta, VIVA Banyuwangi – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara terkait pernyataan kontroversialnya yang menyebut gerakan "17+8 tuntutan rakyat" hanya mewakili segelintir masyarakat.
Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan permohonan maafnya secara terbuka, menyadari bahwa pernyataannya tersebut telah menyinggung banyak pihak.
Penyesalan ini disampaikan langsung oleh Purbaya Yudhi Sadewa di hadapan awak media, menunjukkan komitmennya untuk memperbaiki diri sebagai seorang pejabat publik.
Sikap rendah hati Purbaya Yudhi Sadewa ini diharapkan dapat meredakan ketegangan dan mengembalikan kepercayaan masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
Purbaya Yudhi Sadewa juga berjanji untuk lebih berhati-hati dalam setiap pernyataannya di masa mendatang agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Purbaya Yudhi Sadewa mengakui kesalahannya dan meminta maaf.
"Saya meminta maaf atas pernyataan sebelumnya mengenai 17+8 tuntutan rakyat," ujar Menteri Keuangan Baru, Purbaya Yudi Sadewa. Rabu, 10 September 2025.
Purbaya Yudhi Sadewa juga berkomitmen untuk menjadi pejabat yang lebih bijak.
"Saya berjanji akan lebih berhati-hati dalam berbicara di masa depan agar tidak menyakiti hati masyarakat," tutur Purbaya Yudi Sadewa. Seperti dikutip dari kanal YouTube @tvOneNews.
Permintaan maaf Purbaya Yudhi Sadewa ini menjadi awal dari babak baru kepemimpinannya di Kementerian Keuangan.
Dengan tantangan ekonomi yang menanti, Purbaya Yudhi Sadewa harus membuktikan kinerjanya.
Bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan kebijakan yang membawa dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat.