Tertunda, Emil Sebut Normalisasi Sungai Pamekasan Sempat Terhambat Masalah Kini Kembali Dilanjutkan

Wagub Jatim Dardak Pantau Sungai Gedangan yang Terdampak
Sumber :
  • https://youtu.be/pGirmDASIi4?si=PeqNf95CoU9uVpy7

Pamekasan, VIVA Banyuwangi – Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melakukan program normalisasi sungai di Pamekasan untuk mengurangi risiko banjir.

img_title Cara Memperbaiki Kipas Angin Mati Total & Putaran Lemah

Hal tersebut sempat tertunda, dikarenakan adanya hambatan dilapangan, sehingga proses normalisasi sungai di Pamekasan terhenti sementara.

Namun kini, normalisasi sungai Pamekasan akan kembali dilanjutkan, sesuai arahan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

img_title Cara Mengatasi HP Android Lemot dan Cepat Panas Tanpa Root

Hal itu disampaikan langsung oleh Emil Listianto Dardak sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur di kantor Dinas PU Sumber Daya Air.

"Banjir di Pamekasan itu diidentifikasi atau disebabkan oleh penyempitan sungai yang dinamakan sungai Jombang," ujar Emil Dardak. Seperti dikutip dari Instagram pribadinya @emildardak pada Rabu, 10 September 2025.

img_title Daftar Film Horor Indonesia Terbaik Sepanjang Masa dengan Rating Tertinggi

Emil menyampaikan, bahwa sistem sungai ini sangat berpengaruh terhadap jalannya air di tengah kota.

"Nah, ini salah satu dari sistem sungai yang kemudian sangat berpengaruh kepada jalannya air di tengah kota. Beberapa sistem sungai yang ada di sana, panjang dua setengah kilometer mau di normalisasi," tuturnya.

Normalisasi sungai ini sudah mulai dilaksanakan oleh Khofifah beberapa bulan yang lalu, namun terkendala.

"Namun ada kendala dilapangan, yang menyebabkan sungai setelah tercapai 200 meter harus terhenti," katanya.

Ia mengatakan, karena terhalang kendala akhirnya Pemprov Jatim berkoordinasi dengan Dinas PU SDA. Sehingga masalah ini terpecahkan salah satunya akibat jaringan utilitas.

"Masalah-masalah ini langsung pak Bayu mengkoordinasikan dinas PU SDA, tadi sudah dipaparkan semua masalah dari jaringan utilitas, masalah pohon milik warga, dan adanya tembok tanggu parafet yang kalau kita terlalu banyak ngeruknya, dia potensi ambrol," ujar Emil.