Prevelensi Stunting Tembus 10,06 Persen, Pemkab Situbondo Berupaya Tekan Angka Lewat Program Genting
- jatim.antaranews.com
Situbondo, VIVA Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Situbondo, terus memperkuat langkah percepatan penurunan angka stunting melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stanting (Genting).
Pemkab Situbondo terus melakukan upaya untuk menekan angka prevelensi stunting yang naik dari 4,1 persen pada 2023 menjadi 10,06 persen pada 2024.
Dalam hal ini, Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Wawan Setiawan mengatakan program Genting merupakan gerakan berbasis gotong royong.
"Program Genting ini adalah gerakan berbasis gotong royong yang mengumpulkan orang tua asuh dengan keluarga berisiko stunting," kata Wawan saat menhadiri Rakor Genting di kantor Pemkab Situbondo pada Rabu, 9 September 2025.
Ia menyampaikan, selain menekan angka stunting, bantuan nutrisi juga perlu intervensi non-nutrisi seperti jambanisasi, rumah layak huni, serta akses air bersih.
"Program Genting ini, akan menyasar kelompok rentan yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, baduta (0-23 bulan), dan balita (24-59 bulan)," ujarnya.
Wawan mengatakan, bahwa mereka akan mmendapatkan dukungan baik nutrisi maupun non-nutrisi sesuai hasil verifikasi data Keluarga Risiko Stunting (KRS) yang dilakukan desa atau kelurahan.
Hal tersebut dilakukan berdasarkan surat edaran yang diterbitkan oleh Bupati Situbondo yaitu, Surat Keputusan TPG serta Surat Edaran (SE) Nomor 100.3.4.2/51 431 001/2025, yang mewajibkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), direktur perusahaan daerah (perusda), kepala desa/lurah, hingga pimpinan organisasi non-pemerintah, untuk berkolaborasi aktif dalam Program Genting.
Maka Pemkab Situbondo, sesuai standar nasional akan mengatur bantuan nutrisi setidaknya senilai Rp.15.000 per hari.
Namun Pemkab Situbondo menetapkan kebijakan fleksibel dengan besaran bantuan nutrisi Rp10.000 per hari agar masyarakat luas dapat berpartisipasi tanpa memberatkan.