Patuhi Instruksi Pemerintah Pusat, Bupati Situbondo Kukuhkan Satgas Ormas Terafiliasi Premanisme
- Zulfah Ulyah Kartika/ VIVA Banyuwangi
Situbondo, VIVA Banyuwangi –Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengukuhkan Pengurus Satuan Tugas (Satgas) Terpadu Penanganan dan Pembinaan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Terafiliasi Kegiatan Premanisme pada Senin, 8 September 2025 di Pendopo Rakyat Situbondo.
Pembentukan Satgas tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi pemerintah pusat. Mas Rio menegaskan, pemerintah tidak akan ragu menindak segala bentuk premanisme yang meresahkan masyarakat.
Satgas Ormas ini terdiri dari 48 orang yang berasal dari berbagai unsur, diantaranya Forkopimda dan LSM. Tugas utamanya adalah pengawasan dan penertiban terhadap ormas yang terafiliasi dengan premanisme untuk menjaga kondusifitas.
Bupati bersama jajaran Forkopimda Situbondo sepakat menunjuk Saiful Bahri sebagai pimpinan Satgas. “Semoga Bang Ipul menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Mudah-mudahan ini jadi energi baru supaya Situbondo naik kelas,” ucap Mas Rio dalam sambutannya.
Dalam kesempatan itu Bupati juga menekankan pentingnya Satgas untuk melindungi iklim investasi di Situbondo. Menurutnya, pertumbuhan investasi sangat berpengaruh pada kemajuan ekonomi lokal.
“Saya berharap Satgas premanisme ini punya kegiatan yang bisa menjadi tameng bagi dunia usaha dan investasi. Karena ujungnya selalu terkait dengan kemajuan pembangunan daerah. Kalau sektor swasta tidak hidup, Situbondo akan terus begini saja,” lanjutnya.
Bupati juga meminta Satgas bekerja dengan pola sinergitas dan komunikasi intensif. Ia berharap mendapat laporan berkala dari tim. Bahkan pihaknya menawarkan sekretariat yang bisa dipakai Satgas untuk bekerja.
Sementara itu, Ketua Satgas Ormas Situbondo, Syaiful Bahri menyatakan, hal pertama yang akan dilakukan adalah berkoordinasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Situbondo.
“Kami ingin pendataan seluruh LSM maupun ormas yang ada di Situbondo. Hal itu akan menjadi pondasi penting dalam penertiban,” ujar Syaiful.
Pria yang akrab disapa Bang Ipul ini juga menegaskan bahwa investor harus dipandang sebagai mitra penting pembangunan karena kehadirannya sangat berdampak bagi perekonomian daerah.
“Investor bukan penjajah. Mereka datang membawa lapangan pekerjaan dan kesejahteraan untuk masyarakat Situbondo. Investor juga harus menjadi mitra pemerintah dalam meningkatkan sumber daya manusia,” pungkasnya.