Suntik Dana Rp20 Triliun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap 3 Pemicu Ekonomi Lesu

Suntik Dana Rp20 Triliun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi
Sumber :
  • YouTube @tvOneNews

Jakarta, VIVA Banyuwangi – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, melakukan gebrakan pertama dalam jabatannya dengan menghadiri rapat kerja bersama Komisi 11 DPR.

img_title Rakyat Makin Sulit, Sekretaris DPC GMNI Banyuwangi Tuntut Revolusi Kebijakan Negara

Pertemuan ini menjadi momen bagi Purbaya Yudhi Sadewa untuk memaparkan pengantar rencana kerja dan anggaran tahun 2026.

Dalam pemaparannya, Purbaya menyoroti tiga permasalahan utama yang menurutnya menjadi pemicu lesunya perekonomian nasional saat ini.

img_title DPRD Soroti Paguyuban Saat Pembahasan Raperda PKL Memasuki Tahap Krusial

Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa sistem keuangan negara mengalami kekurangan likuiditas, yang membuat roda ekonomi melambat dan lapangan kerja menjadi sulit.

Sebagai solusi mengambil langkah berani dengan mentransfer dana sebesar Rp 20 triliun dari bank sentral ke sistem perbankan.

img_title Tak Ingin Hanya Jadi Kota Transit, DPRD Siapkan Raperda untuk Dongkrak Pariwisata Probolinggo

Langkah ini bertujuan untuk memulihkan dan memacu pertumbuhan ekonomi agar kembali berjalan optimal.

Dalam rapat tersebut, Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan tiga pemicu utama yang membuat kondisi keuangan terasa "kering."

"Kesalahan kebijakan itu ada pada moneter dan fiskal, ya itu membuat uang kering," ujar Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Seperti dilansir dari kanal YouTube tvOneNews.

Menteri Keuangan yang baru dilantik itu juga menegaskan bahwa dana tersebut akan terus diawasi agar benar-benar dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan perekonomian.

"Saya sudah bicara dengan Deputi Senior Bank Indonesia agar uang itu terus berputar, tidak diserap," tambah Purbaya Yudhi Sadewa. Kamis, 11 September 2025.

Rencana suntikan dana ini menjadi sinyal positif bagi dunia usaha dan publik.

Langkah tegas Purbaya Yudhi Sadewa diharapkan dapat menjadi awal kebangkitan ekonomi nasional dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas.

Kini, publik menantikan implementasi kebijakan ini serta dampaknya terhadap kondisi ekonomi negara.