Pemerintah RI Dorong Perjanjian Bilateral untuk Perkuat Pelindungan Pekerja Migran di Kamboja

Wamen Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani
Sumber :
  • https://www.antaranews.com

Jakarta, VIVA Banyuwangi – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, bersama Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, menggelar pertemuan di Jakarta guna membahas langkah penguatan pelindungan bagi pekerja migran Indonesia di Kamboja.

img_title Jepang Buka 40 Ribu Lowongan Kerja untuk WNI, Gaji Tembus Rp55 Juta

Salah satu agenda utama adalah mendorong terwujudnya perjanjian kerja sama resmi dengan Pemerintah Kamboja.

Christina menjelaskan, ide mengenai kerja sama ini sudah digagas sejak beberapa bulan lalu dan kini mulai memasuki tahap pembahasan lebih serius.

img_title Abdul Kadir Karding Akhiri Masa Jabatan Menteri P2MI, Janji Tetap Dukung Presiden Prabow

Menurutnya, pelindungan terhadap pekerja migran di Kamboja sangat mendesak, mengingat laporan dari KBRI Phnom Penh menunjukkan banyak pekerja migran Indonesia bekerja di sektor informal, mulai dari kedai, restoran, hingga bidang jasa dan perhotelan.

“Mereka berangkat perseorangan, sehingga proteksi negara terhadap mereka menjadi terbatas. Ini yang ingin kita benahi,” ujar Christina, dikutip dari antaranews.com.

img_title Jepang Butuh 639 Ribu Tenaga Kerja, Indonesia Siap Kirim Pekerja Migran Terlatih

Untuk memperkuat langkah tersebut, Christina menekankan pentingnya menjalin perjanjian bilateral dengan Kamboja agar ada payung hukum yang jelas dalam melindungi para pekerja migran.

Christina menyebutkan, Pemerintah Indonesia masih menunggu pandangan dari Pemerintah Kamboja mengenai kemungkinan kerja sama ini.

Sebagai tindak lanjut awal, Kementerian P2MI akan mengirimkan tim dari Direktorat Jenderal Pelindungan ke Kamboja pada Oktober mendatang.

Tim tersebut bertugas memetakan situasi terkini, mengidentifikasi kebutuhan pekerja migran, serta merumuskan strategi yang tepat untuk memberikan perlindungan menyeluruh.

“Prinsipnya, negara harus hadir. Kami berkomitmen memperkuat koordinasi agar pekerja migran di Kamboja terlindungi, baik mereka yang bekerja di sektor formal maupun yang selama ini berangkat secara mandiri,” tegas Christina. Kamis, 11 September 2025.

Langkah diplomasi ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi peningkatan kerja sama bilateral Indonesia-Kamboja sekaligus memberikan rasa aman bagi ribuan pekerja migran Indonesia yang mencari nafkah di negara tersebut.