Format Baru Liga Champions 2025–2026: Persaingan Lebih Sengit, Tak Ada Lagi Zona Aman

Bintang Premier League siap tampil di Liga Champions 2025/26.
Sumber :
  • https://www.skysports.com/football/news/11945/13428134/champions-league-2025-26-how-does-league-phase-and-knockout-qualification-work

Sepak Bola, VIVA BanyuwangiKamis, 11 September 2025 – Liga Champions 2025–26 resmi menggunakan format baru yang disebut League Phase, menggantikan sistem grup tradisional. UEFA menilai sistem ini akan membuat persaingan semakin sengit karena setiap pertandingan punya arti penting.

img_title Angkat Identitas Baru! Klub Promosi Liga 1 Ini Siap Tinggalkan Nama Adhyaksa FC

Menurut Sky Sports, format anyar ini menghadirkan 36 tim dalam satu klasemen besar. Setiap klub akan menjalani 8 laga melawan lawan berbeda, terdiri dari 4 partai kandang dan 4 partai tandang. "Sistem ini akan memberikan lebih banyak variasi lawan dan membuat kompetisi lebih adil," dikutip dari Sky Sports, Rabu, 10 September 2025.

Aturannya sederhana: tim peringkat 1–8 otomatis lolos ke babak 16 besar, sedangkan peringkat 9–24 harus melalui play-off dua leg untuk memperebutkan tiket tersisa. Klub yang finis di bawah posisi 24 otomatis tersingkir tanpa kesempatan turun ke Liga Europa.

img_title Argentina Singkirkan Inggris Lewat Dua Gol, Amankan Tiket Final Piala Dunia 2026

Dilansir dari UEFA, fase liga dijadwalkan berlangsung mulai 16 September 2025 hingga 28 Januari 2026, lalu fase gugur dimulai Februari dan berakhir di final pada 30 Mei 2026 di Puskás Aréna, Budapest. "Kami ingin setiap pertandingan punya makna dan mendatangkan ketegangan sejak awal kompetisi," kata pernyataan resmi UEFA.

Wikipedia mencatat, sebanyak 29 tim lolos otomatis ke League Phase, sementara 7 tim lainnya berasal dari jalur play-off kualifikasi. UEFA juga menargetkan rata-rata pertumbuhan kompetisi dari sisi komersial dan penonton karena format ini diprediksi lebih menarik untuk ditonton di seluruh dunia.

img_title Shin Tae-yong Ungkap Prioritas Utama Persija Jelang Pramusim 2026

Bagi klub-klub besar Eropa seperti Manchester City, Real Madrid, Bayern Munchen, hingga Paris Saint-Germain, sistem ini bisa menjadi ujian mental. Tidak ada lagi "zona aman" dari grup lemah, karena tiap klub akan menghadapi lawan dari berbagai pot seeding. "Ini adalah cara baru untuk memastikan kualitas terbaik tetap bertahan hingga fase akhir," tulis laporan resmi UEFA.

Kompetisi musim ini diprediksi semakin ketat karena tim papan tengah pun berpeluang mengganggu dominasi klub raksasa. Setiap poin akan menjadi penentu apakah mereka bisa langsung lolos ke 16 besar atau harus berjibaku di jalur play-off.