Demi Indonesia Emas 2045, Kemendukbangga Wajibkan Perguruan Tinggi Ikut Atasi Masalah Kependudukan!

Sekjen Kemendukbangga Budi Setiyono memberikan paparan di Padang
Sumber :
  • antaranews.com

Padang, VIVA Banyuwangi –Perguruan tinggi di seluruh Indonesia memiliki andil besar dan kewajiban untuk mengimplementasikan desain besar pembangunan kependudukan nasional. Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), Budi Setiyono.

img_title Demi Wujudkan Indonesia Emas 2045, Mendagri Sebut Pemberantasan Narkoba Jadi Kunci Utama!

Pernyataan tersebut disampaikan Sekjen Kemendukbangga dalam Simposium Nasional Kependudukan 2025 di Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat.

"Desain besar pembangunan kependudukan ini harus kita jalankan dengan sebuah peta jalan pembangunan yang akan diimplementasikan secara berjenjang," kata Budi Setiyono. Kamis, 11 September 2025.

img_title Langkah Cepat Setahun Pertama, Ketua DPD Sebut Kepemimpinan Prabowo Kuat dan Transformatif!

Sekjen Kemendukbangga tersebut menekankan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan kolaborasi strategis dari kalangan akademisi untuk menyukseskan peta jalan tersebut.

"Konsorsium perguruan tinggi ini sangat penting dalam membantu desain besar pembangunan kependudukan," sambung Budi Setiyono, seperti dilansir dari antaranews.com.

img_title Kejar Visi Indonesia Emas 2045, Pemkab Bandung Gelar Retret Khusus Untuk Para Petinggi ASN!

Budi Setiyono menjelaskan, keterlibatan perguruan tinggi dalam peta jalan pembangunan kependudukan merupakan langkah konkret pemerintah untuk mengkapitalisasi bonus demografi demi mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Untuk memastikan hal ini berjalan, Kemendukbangga telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Kementerian Dalam Negeri.

Menanggapi hal tersebut, Rektor UNP Krismadinata menyatakan bahwa UNP bersama perguruan tinggi lain siap membantu pemerintah dalam mengawal program tersebut. Rektor Krismadinata mencontohkan komitmen yang sudah berjalan melalui program kuliah kerja nyata (KKN) tematik stunting.

Setiap tahun, Universitas Negeri Padang mengirimkan sekitar 10.000 mahasiswa KKN ke berbagai desa untuk membantu mengatasi beragam masalah di masyarakat, termasuk penanganan stunting atau tengkes, yang sejalan dengan program Kemendukbangga.