Demi Atasi Banjir, Jalur Busway DI Panjaitan Terdampak Proyek Saluran Air hingga 2026!
- antaranews.com
Jakarta, VIVA Banyuwangi –Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur telah memulai proyek konstruksi besar untuk membangun saluran air di Jalan DI Panjaitan. Proyek ini bertujuan untuk menanggulangi masalah banjir yang kerap berulang di ruas jalan strategis tersebut, yang ketinggian airnya bisa mencapai 70-80 cm.
Kepala Seksi Pembangunan dan Peningkatan Drainase Sudin SDA Jakarta Timur, Tengku Saugi Zikri, mengonfirmasi dimulainya pekerjaan tersebut.
"Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Timur melaksanakan pembangunan saluran di Jalan DI Panjaitan dalam rangka penanganan genangan dan banjir berulang," kata Tengku Saugi Zikri di Jakarta Timur. Kamis, 11 September 2025.
Tengku Saugi Zikri menjelaskan lebih lanjut bahwa meskipun tujuan proyek ini sangat jelas, pelaksanaannya harus disesuaikan karena adanya infrastruktur vital lain yang sudah ada di bawah tanah.
"Pembangunan saluran ini menjadi langkah penanganan banjir di kawasan tersebut. Namun, karena adanya aset kabel bawah tanah milik PLN, trase jacking yang semula berada di lajur reguler harus dipindahkan," sambung Tengku Saugi Zikri, seperti dilansir dari antaranews.com.
Kendala utama proyek ini adalah keberadaan kabel transmisi bawah tanah (SKTT) 150 kV milik PLN yang merupakan suplai utama listrik ke Jakarta dan tidak dapat dipindahkan. Untuk mengatasi hal tersebut sekaligus memastikan proyek tetap berjalan, Sudin SDA Jakarta Timur memutuskan untuk memindahkan jalur pengeboran (jacking) dan titik galian ke dalam jalur busway.
Keputusan ini berdampak pada diterapkannya rekayasa lalu lintas jangka panjang. Pengaturan lalu lintas khusus akan diberlakukan mulai 10 September 2025 hingga 13 Februari 2026.
Untuk pekerjaan crossing atau persilangan saluran, pekerjaan hanya akan dilakukan pada malam hari (pukul 22.00-04.00 WIB).
Proyek di Jalan DI Panjaitan ini akan membentang sepanjang 465 meter dengan menggunakan pipa berdiameter 1.800 mm dan ditargetkan selesai dalam 180 hari. Pembangunan ini merupakan salah satu dari tiga titik proyek serupa yang dikerjakan Pemkot Jakarta Timur untuk mengatasi banjir.