Jember Gelontorkan Rp27,6 Miliar untuk Honor Guru Ngaji

Pemkab Jember gelontorkan puluhan miliar untuk honor guru ngaji.
Sumber :
  • https://www.facebook.com/share/p/16ZJEdnB32/

Jember, VIVA BanyuwangiPemerintah Kabupaten Jember merealisasikan salah satu program prioritas Bupati Muhammad Fawait, yaitu penyaluran honorarium bagi para guru ngaji. Program ini menjadi wujud nyata komitmen daerah untuk menghargai para pendidik agama, baik Islam maupun non-Islam, yang selama ini telah membimbing generasi muda di desa-desa.

img_title Nasi Berbuka Murah Rp3 Ribu di Jember Diserbu Warga

"Insya Allah honorarium Guru Ngaji sudah bisa kita realisasikan mulai hari ini, 10 September 2025," kata Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Jember, Nurul Hafid Yasin, Rabu 10 September 2025.

img_title Curi Dua Tabung Gas, Aksi Pria Terekam CCTV di Gudang Agen LPG Jember

Menurut Hafid, kuota penerima honor tahun ini mencapai 22 ribu orang, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 19 ribu. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp27,6 miliar.

Atas arahan Bupati, penyaluran honor kini dilakukan dengan cara yang lebih terhormat dan manusiawi. Para guru ngaji tidak lagi harus antre panjang di bank atau menempuh perjalanan jauh ke pusat kota.

img_title Ramadhan Jadi Berkah Perajin Petulo Gulung di Jember, Permintaan Naik 200 Persen

"Guru Ngaji adalah sosok mulia, tidak pantas dibiarkan keleleran antre di bank. Karena itu, penyaluran kita lakukan di setiap balai desa masing-masing agar lebih dekat, mudah, dan cepat," tegas Hafid dalam keterangan resminya dilansir banyuwangi.viva.co.id dari Kominfo Jember.

Pada tahap pertama, honor disalurkan di 23 kecamatan dengan total 15.175 penerima. Rinciannya, 191 guru kitab suci non-Islam, 266 modin, dan 14.718 guru ngaji agama Islam. Sementara delapan kecamatan lain masih dalam tahap finalisasi.

Tak hanya honor, Pemkab Jember juga memberikan perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh guru ngaji.

Program ini disambut gembira oleh para guru ngaji, salah satunya Ali, warga Desa Yosorati. Ia mengaku terharu dengan kebijakan baru yang mempermudah proses pencairan.

"Dulu kami sering antre lama. Sekarang alhamdulillah lebih mudah," ujar Ali, yang sudah mengabdi sejak 2009.

Ia juga mengapresiasi perlindungan BPJS yang diberikan. "Tidak hanya mendapat honor, tapi juga ada perlindungan BPJS. Bahkan insya Allah ke depan anak-anak kami bisa mendapatkan beasiswa," tambahnya.