Charlie Kirk, Aktivis Konservatif Sekutu Trump yang Tewas Ditembak di Utah
- https://www.viva.co.id/foto/1848059-aktivis-muda-pendukung-trump-charlie-kirk-tewas-ditembak-saat-pidato-di-kampus
Utah, VIVA Banyuwangi – Charlie Kirk, sekutu dekat Presiden Donald Trump sekaligus pendiri organisasi konservatif Turning Point USA, tewas ditembak saat berbicara di Utah Valley University. Rabu, 10 September 2025
Tragedi ini terjadi di hadapan ribuan mahasiswa yang hadir dalam rangkaian “American Comeback Tour”. Kirk, 31 tahun, dikenal sebagai salah satu tokoh muda paling berpengaruh dalam gerakan konservatif Amerika. Seperti dilansir dari tvonenews.com
Gubernur Utah Spencer Cox menyebut peristiwa ini sebagai political assassination, sementara FBI memburu pelaku yang diyakini menembak dari atap gedung Losee Center, sekitar 200 yard dari lokasi acara.
Sekitar 20 menit setelah memulai pidato, sebuah tembakan tunggal menghantam leher Kirk. Rekaman ponsel para saksi menunjukkan kepanikan massal, dengan mahasiswa berlarian menyelamatkan diri.
Kirk segera dilarikan dengan kendaraan pribadi ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.
Kirk lahir di Prospect Heights, Illinois, sejak muda sudah tertarik dengan dunia politik.
Pada usia 18 tahun, ia mendirikan Turning Point USA, organisasi mahasiswa konservatif yang kini memiliki ratusan cabang di kampus-kampus Amerika.
Kepiawaiannya berpidato, menggalang dana, dan menjaring simpati generasi muda membuatnya cepat naik daun. Pada 2016, Kirk tercatat sebagai pembicara termuda di Konvensi Nasional Partai Republik.
Krik juga menjadi sosok berpengaruh di lingkaran Trump, bahkan disebut-sebut ikut memberi masukan soal calon pejabat Gedung Putih setelah Trump kembali berkuasa pada 2024.
Meski tak pernah menjabat di pemerintahan, kedekatannya dengan Trump membuat Kirk sering dipandang sebagai “juru bicara generasi muda MAGA”.
Lewat podcast, tur kampus, dan buku-bukunya, ia sukses membangun basis pengikut besar.
Kirk kerap melontarkan pernyataan kontroversial, mulai dari isu imigrasi, aborsi, hingga hak transgender. Dan pernah dituduh menyebarkan pandangan antisemitisme dan homofobia.
Namun, bagi pendukungnya, Kirk adalah suara lantang melawan “indoctrinasi kiri” di kampus.
Dengan kematian tragisnya, Amerika kembali diguncang oleh gelombang kekerasan politik yang semakin sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Bagi Trump, kehilangan Kirk bukan hanya kehilangan seorang sahabat, melainkan juga kehilangan salah satu ujung tombak gerakan konservatif muda di Amerika.