Gaungkan Gerakan Selamatkan Pangan! BAPANAS Tekan Pemborosan Pangan Nasional

Gerakan Selamatkan Pangan untuk bangsa dan generasi mendatang
Sumber :
  • https://badanpangan.go.id/blog/post/selamatkan-pangan-gerakan-kolaborasi-badan-pangan-nasional-tekan-susut-dan-sisa-pangan

Tanjung Pinang, VIVA BanyuwangiBadan Pangan Nasional (NFA) menggaungkan Gerakan Selamatkan Pangan sebagai langkah nyata menghadapi tantangan pemborosan pangan dan perubahan iklim.

img_title Pengawasan Diperketat, Satgas Pastikan Pasokan Pangan di Probolinggo Aman dari Penimbunan

Program ini menargetkan pengurangan susut dan sisa pangan (SSP) melalui kolaborasi lintas sektor sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat.

Direktur Kewaspadaan Pangan NFA, Nita Yulianis, menegaskan gerakan ini bukan sekadar mengurangi makanan terbuang, tetapi juga membangun kesadaran bahwa sisa pangan memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

img_title Presiden Prabowo Tunjuk Amran Sulaiman Jadi Kepala Bapanas

“Angka kehilangan pangan kita mencapai 23–48 juta ton per tahun, setara dengan 115–184 kilogram per orang. Padahal, jika dimanfaatkan optimal, sisa pangan bisa memberi makan 61–125 juta orang per tahun,” ujar Nita dalam Rapat Koordinasi Gerakan Selamatkan Pangan di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

Nita menekankan pentingnya kolaborasi dari rumah tangga, pelaku usaha, akademisi, hingga pemerintah daerah.

img_title Masyarakat Desa Tesso Nilo Terdampak Kebijakan Hutan, DPR Desak Tindakan

Nita mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yang telah menerbitkan Instruksi Gubernur tentang penyelamatan pangan sebagai wujud komitmen nyata.

“Setiap suapan pangan yang kita selamatkan adalah kontribusi bagi bangsa dan generasi mendatang. Jangan biarkan makanan yang bisa memberi hidup berakhir di tempat sampah,” tegas Direktur Kewaspadaan Pangan NFA, Nita Yulianis. Rabu, 10 September 2025.

Senada, Kepala NFA Arief Prasetyo menegaskan penyelamatan pangan harus dibangun dengan tiga pendekatan utama: Better Nutrition, Better Behavior, dan Better Collaboration.

“Gerakan Selamatkan Pangan bukan hanya soal mengurangi sisa makanan, tetapi juga mengubah pola pikir dan membangun ekosistem pangan yang berkelanjutan. Menyelamatkan pangan sejatinya adalah menyelamatkan masa depan,” kata Arief Prasetyo

Dukungan juga datang dari Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri, Sugiarto Doso Saputro, yang menyebut gerakan ini menjadi langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

“Keberhasilan gerakan ini sangat bergantung pada sinergi lintas sektor: pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat,” tutur Sugiarto Doso Saputro, seperti yang dilansir dalam laman BAPANAS.

Dengan gerakan ini, NFA berharap semakin banyak daerah mengambil langkah serupa untuk mengurangi pemborosan, menjaga keberlanjutan pangan, serta memastikan keadilan sosial dan lingkungan demi masa depan bangsa.