Kolaborasi Pendidikan dan Industri: Literasi, Bekal Penting Hadapi Tantangan Industri Pangan
- https://kemendikdasmen.go.id/berita/13588-kemendikdasmen-tekankan-penguatan-literasi-untuk-cetak-sdm-u
Blitar, VIVA Banyuwangi –Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pentingnya literasi sebagai pintu utama mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul, khususnya dalam mendukung industri pangan.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Hafidz Muksin di Blitar, Jawa Timur. Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi juga dasar untuk memahami, mengolah, dan memanfaatkan pengetahuan dalam kehidupan nyata.
“Badan Bahasa terus berupaya meningkatkan kualitas SDM melalui penguatan literasi yang menjadi landasan pembelajaran, keterampilan kerja, hingga peningkatan daya saing bangsa,” ujar Hafidz Muksin.
Sekretaris Badan Bahasa, Ganjar Harimansyah, menambahkan, kunjungan ke PT Jatinom Indah Group membuka wawasan tentang pentingnya keselarasan literasi dengan kebutuhan industri.
Menurut Ganjar, literasi tidak hanya soal buku atau panduan, melainkan juga budaya membaca kritis, kemampuan menyelesaikan bacaan, hingga mengaplikasikan pengetahuan ke praktik pembelajaran dan kerja.
Ganjar menekankan, pembelajaran harus menggabungkan teori, bacaan, praktik lapangan, serta keterampilan manajerial. Tanpa literasi yang kuat, pemahaman alur produksi, komunikasi, pengambilan keputusan, dan rantai pasok tidak akan optimal.
“Industri peternakan, misalnya, membutuhkan tenaga kerja yang siap pakai sekaligus memiliki kemampuan literasi, analisis, dan komunikasi yang baik,” kata Direktur Utama PT Jatinom Indah Agri, Hidayatur Rahman seperti yang dilansir laman Kemendikdasmen. Rabu, 10 September 2025.
Kemendikdasmen berharap kolaborasi dengan dunia usaha dan industri terus diperkuat agar literasi tidak berhenti hanya dalam tataran teks, tetapi berkembang menjadi kompetensi produktif yang melahirkan SDM unggul sesuai kebutuhan zaman.