Berau Bangun Sekolah di Daerah Terpencil, Perhatikan Pendidikan Anak Komunitas Adat
- http://www.antaranews.com/
Berau, VIVA Banyuwangi –Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menunjukkan komitmennya dalam pemerataan pendidikan hingga ke pelosok daerah.
Prioritas pembangunan kini ditujukan untuk Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Sei Maning, Kampung Birang, yang selama ini menghadapi kendala serius dalam akses pendidikan.
Saat ini, sekolah dasar filial di KAT Sei Maning masih menumpang di rumah warga, sebuah kondisi yang dinilai tidak memadai untuk proses belajar mengajar.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyatakan bahwa pemerintah serius untuk membangun gedung sekolah baru demi kenyamanan murid.
"Kami sudah melakukan peninjauan ke SD filial yang masih menumpang di rumah warga, termasuk meninjau lokasi calon sekolah yang akan dibangun. Ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan bagi seluruh masyarakat," kata Gamalis di Tanjung Redeb, Berau.
Aktivitas belajar mengajar saat ini terbilang sulit karena 52 siswa harus berbagi tiga rumah warga yang dibagi menjadi enam kelas.
Selain itu, tenaga pengajar juga masih kurang, dengan hanya tiga guru yang bertugas.
Padahal, sekolah filial ini sangat penting karena sebelumnya anak-anak harus menempuh perjalanan tiga jam untuk bersekolah di wilayah Kabupaten Bulungan.
Gamalis berjanji akan segera mengadakan pertemuan dengan tim teknis untuk mempercepat proses pembangunan.
Wakil Bupati Berau tersebut menegaskan, pemerintah akan memastikan kelengkapan dokumen hibah lahan agar tidak ada masalah di kemudian hari.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, Mardiatul Idalisah, menambahkan bahwa pihaknya siap membangun setelah kejelasan lahan diperoleh.
"Tiga bulan ini kami kejar terus untuk kejelasan lahan, sehingga 2026 bisa direalisasikan pembangunan sekolah filial tersebut," ujar Mardiatul. Sabtu, 13 September 2025.
Seorang guru di sekolah filial tersebut, Sartiya, mengakui kesulitan yang dihadapi selama ini.
"Ini karena dalam satu rumah ada dua kelas, maka harus bisa dibagi dengan cepat saat mengisi materi. Kami sebagai guru tetap berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi murid-murid," tutur Sartiya. Seperti yang dilansir antaranews.com.
Pernyataan itu disampaikan sebab ruang belajar yang terbatas membuat guru harus berinovasi agar proses belajar tetap efektif.