Festival Tujuh Danau Segera Hadir, Intip Persiapan Pemkab Probolinggo
- https://probolinggokab.go.id/pemkab-matangkan-persiapan-the-seven-lakes-festival-di-danau-ranu-segaran/
Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menggelar rapat koordinasi persiapan acara The Seven Lakes Festival di kawasan Danau Ranu Segaran, Kecamatan Tiris. Agenda tersebut menjadi tindak lanjut persiapan menjelang festival yang dijadwalkan berlangsung pada November 2025 mendatang.
Rapat ini dihadiri Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris, didampingi Komandan Kodim 0820 Probolinggo Letkol Arh. Iwan Hermaya, perwakilan Forkopimda, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, seluruh Kepala OPD, Camat Tiris, Kepala Desa se-Kecamatan Tiris, hingga pihak-pihak terkait lainnya.
Sekda Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto menjelaskan konsep utama festival yang akan digelar. “Di tengah danau nanti akan ada panggung terapung, bukan untuk hiburan besar, tapi khusus untuk seremoni pembukaan dan lomba fashion. Konsepnya miniatur karnaval, setiap desa membawa ikon budaya, termasuk Dewi Rengganis. Panggung ini akan didesain khusus agar menampilkan view terbaik dari udara,” katanya, dikutip dari laman resmi Pemkab Probolinggo.
Ia menambahkan, rangkaian acara akan berlangsung sejak pagi hingga sore dengan menyesuaikan kondisi cuaca. Di antaranya adalah penampilan seni, prosesi penyatuan tujuh mata air, lomba perahu naga, DT atau tebar jalan, hingga kegiatan glamping.
Sementara itu, Bupati Gus Haris menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak. “Acara ini harus dikoordinasikan dengan baik agar berjalan lancar. Antar sub kegiatan perlu benar-benar direncanakan, termasuk aspek keselamatan peserta. Nanti tentu banyak tamu dari luar daerah yang hadir, jadi akses ke lokasi acara harus dipermudah,” ujarnya, dilansir dari Pemkab Probolinggo.
Bupati Haris juga menegaskan bahwa festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, melainkan momentum memperkenalkan kekayaan lokal. “Saya berharap The Seven Lakes Festival ini bukan hanya event besar, tapi juga momentum mengenalkan kekayaan budaya dan tradisi yang ada di wilayah kita, baik kepada wisatawan lokal maupun luar daerah,” tegasnya.
Rangkaian rapat koordinasi ini ditutup dengan sholat berjamaah dan ramah tamah di kawasan Ranu Segaran.