Prabowo Pastikan Pendidikan Gratis Berkualitas, Target 500 Sekolah Rakyat Tercapai!
- https://kemensos.go.id/pencarian/Presiden-Prabowo-Kunjungi-Sekolah-Rakyat-di-Jakarta-Selatan
Jakarta , VIVA Banyuwangi – Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan. Kehadiran Presiden disambut meriah oleh para siswa dengan yel-yel dan tarian Kembang Jatoh khas Betawi.
Prabowo tampak membalas hangat Sambutan itu dengan senyuman dan menyalami siswa satu per satu. Bahkan, ia sempat merapikan pakaian seorang pelajar yang disambut riuh tepuk tangan di depan aula sekolah.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden meninjau fasilitas olahraga, ruang kelas, asrama, hingga paduan suara. Prabowo juga menyempatkan diri melihat makan siang para siswa.
Prabowo didampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, serta Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indrawijaya.
Presiden menegaskan, pemerintah berkomitmen mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat sebagai solusi pendidikan bagi anak- anak keluarga miskin .
“Hari ini saya meninjau salah satu Sekolah Rakyat, sudah 100 yang beroperasi. Akhir September akan jadi 165, dan Insya Allah Oktober saya diminta meresmikan,” ujar Prabowo. Kamis, 11 September 2025.
Presiden menargetkan pembangunan akan terus berlanjut dengan penambahan 100 sekolah setiap tahun hingga mencapai 500 sekolah.
Sekolah Rakyat diprioritaskan untuk anak-anak keluarga miskin, terutama yang berada di desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Namun, ke depan program ini juga menyasar desil 3 hingga 5 agar lebih banyak anak dapat menikmati pendidikan berkualitas.
“Semua anak-anak kita harus mendapatkan pendidikan dengan fasilitas yang bagus. Kita tidak boleh ketinggalan dari bangsa lain. Kalau perlu, negara intervensi, kita bantu, kita bantu, kita bantu,” tegas Presiden, seperti yang dilansir dalam laman KEMENSOS RI.
SRMA 10 Jakarta Selatan resmi beroperasi dengan 100 siswa. Sekolah ini mengusung konsep asrama dan memadukan program prioritas lain, seperti makan bergizi gratis, layanan kesehatan gratis, hingga jaminan sosial bagi keluarga siswa.
Orang tua murid juga mendapat manfaat berupa perbaikan rumah tidak layak huni, akses program Koperasi Desa Merah Putih, dan rumah bersubsidi.
Saat ini, 100 Sekolah Rakyat sudah beroperasi di berbagai wilayah Indonesia. Hingga akhir September 2025, jumlahnya ditargetkan bertambah menjadi 165 titik dengan kapasitas 15.895 siswa, 2.407 guru, dan 4.442 tenaga pendidik.